Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Digitalisasi Pelabuhan, Solusi Ketimpangan Aktivitas Logistik

Supply Chain Indonesia (SCI) menilai digitalisasi platform di pelabuhan dan sektor logistik harus mampu memecahkan masalah ketidakseimbangan sebaran aktivitas logistik.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  17:36 WIB
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Supply Chain Indonesia (SCI) menilai digitalisasi platform di pelabuhan dan sektor logistik harus mampu memecahkan masalah ketidakseimbangan sebaran aktivitas logistik.

Chairman Supply Chain Indonesia Setijadi mengatakan saat ini terjadi ketidakseimbangan sebaran aktivitas logistik, yang dengan berbagai hal seperti penempatan depo kontainer yang lebih dekat ke wilayah pelabuhan dibandingkan dengan wilayah kawasan industri, sebaran galangan kapal yang mayoritas di wilayah barat dan tengah, serta pertumbuhan ekonomi yang terfokus di Pulau Jawa.

"Intinya Indonesia perlu kembangkan platform digitalisasi bagaimana antara sinergi semuanya, sebisa mungkin bisa menyerap kepentingan para pelaku, ujungnya bisa capai sistem logistik efisien," jelasnya, Rabu (17/6/2020).

Menurutnya, ketidakseimbangan muatan terjadi karena aktivitas logistik didominasi angkutan darat, sementara pelabuhan tetap memegang faktor penting terutama di aktivitas logistik internasional karena berkisar 90 persen aktivitas logistik internasonal diisi oleh transportasi laut. Volume yang tidak seimbang ini karena pertumbuhan ekonomi yang tidak merata dan berpusat di pulau Jawa, dengan kontribusinya terhadap PDB 2019 mencapai 59 persen.

Dengan demikian, lanjutnya, digitalisasi pelabuhan dan sektor logistik mesti dapat menjawab permasalahan riil di lapangan tersebut dan perlu adanya sinergi antar pemangku kepentingan guna membentuk satu platform bersama yang terintegrasi. Pertumbuhan ekonomi yang terpusat di Pulau Jawa mengakibatkan inefisiensi transportasi laut Indonesia karena kekurangan muatan balik dari wilayah-wilayah dengan pertumbuhan ekonomi rendah, terutama di Kawasan Timur Indonesia.

Dia menuturkan perlu pengembangan potensi komoditas unggulan di masing-masing wilayah dan pembangunan industri dan ekonomi wilayah. Adapun, untuk jangka panjang, perlu perencanaan dan implementasi secara sistemik dan sistematis dengan melibatkan para pihak terkait.

Di sisi lain, ujarnya, konektivitas antarwilayah belum terbangun secara merata, sehingga pembangunan infrastruktur perlu terus dilakukan dalam kerangka peningkatan konektivitas nasional, termasuk untuk sektor logistik.

"Perlu perencanaan pembangunan infrastruktur secara terintegrasi, baik antar moda transportasi maupun antar wilayah, sehingga lebih menjamin efektivitas pemanfaatannya," urainya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top