Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IPC: Bangun Smartport Butuh Kolaborasi

IPC mengungkapkan pentingnya kolaborasi dalam membangun smartport atau pelabuhan pintar pada masa pandemic Covid-19 ini.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  17:42 WIB
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mengungkapkan pentingnya kolaborasi dalam membangun smartport atau pelabuhan pintar. Apalagi digitalisasi sudah digalakan dan pandemi virus Covid-19 jadi momentum percepatannya.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Arif Suhartono menuturkan perusahaannya tengah melangkah menuju konsep pelabuhan pintar tersebut, melalui dua indikator utama yakni digitalisasi internal dan eksteral yang berujung pada digital. Adapun, digitalisasi internal akan mewujudkan menjadi perusahaan digital, sementara fokus eksternal akan mewujudkan pelanggan digital, kolaborasi keduanya menjadikan aktivitas ini sebagai digital bisnis.

Menurutnya terdapat tiga kunci utama yang harus disiapkan agar pelabuhan pintar dapat terwujud, yakni komitmen, manajemen perubahan dan kolaborasi.

"Menciptakan kolaborasi perlu untuk melangkah pelan-pelan untuk menuju digital bisnis, ini terjadi melalui komunikasi antara regulator dan seluruh pemangku kepentingan yang ada," jelasnya dalam Webinar Ngobrol Bisnis, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya, faktor kuncinya yakni komitmen bersama untuk mewujudkan smartport. Hal ini guna menciptakan transparansi luar biasa dan berbagi data antar pemangku kepentingan.

Namun, secara natural aktivitas menuju smartport ini yang terjadi akan membuat pemain terutama middleman berkurang, sehingga terdapat pemain yang juga resistensi bahkan enggan untuk berubah menuju digitalisasi dan smartport.

Sementara itu, pandemi virus Coid-19 harusnya menjadi momentum bagi para pengusaha logistik terutama pelabuhan agar dapat mempercepat implementasi smartport.

Adapun manajemen perubahan sangat membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari top level perusahaan serta leading sector yang mewujudkan pelabuhan pintar. Dengan demikian, kolaborasi yang akan mewujudkan smartport dengan keterbukaan dan kolaborasi pertukaran data, digital bisnis pun dapat tercapai.

"Problem logistik adalah problem yang sangat-sangat kompleks dibutuhkan solusi komprehensif semua entitas perlu kolaborasi, tak ada solusi instan, butuh waktu cukup, dan komitmen bersama, mari perbaiki guna meningkatkan daya saing," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pelindo ii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top