Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Implementasi Smartport, Solusi Logistik saat New Normal

Pelaksanaan smartport atau pelabuhan pintar menjadi solusi sector logistic menghadapi kenormalan baru di tengah pandemi virus Covid-19 saat ini.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  12:01 WIB
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). -  ANTARA / M Risyal Hidayat
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaksanaan smartport atau pelabuhan pintar menjadi solusi sektor logistik menghadapi kenormalan baru di tengah pandemi virus Covid-19 saat ini. Kolaborasi, komitmen serta manajemen perubahan menjadi kunci sukses dapat terbentuknya pelabuhan pintar ini.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Arif Suhartono menuturkan perusahaannya tengah melangkah menuju konsep pelabuhan pintar tersebut, melalui dua indikator utama yakni digitalisasi internal dan eksteral yang berujung pada digital.

Menurutnya, digitalisasi internal akan mewujudkan menjadi perusahaan digital, sementara fokus eksternal akan mewujudkan pelanggan digital, kolaborasi keduanya menjadikan aktivitas ini sebagai digital bisnis. Adapun, terdapat tiga kunci utama yang harus disiapkan agar pelabuhan pintar dapat terwujud, yakni komitmen, manajemen perubahan dan kolaborasi.

"Komitmen tak hanya dari IPC, tapi dari seluruh pemangku kepentingan, sudah banyak hal yang dilakukan tapi berjalan lambat karena ini akan mengubah semua kebiasaan stakeholder," jelasnya dalam acara Ngobrol Bisnis, Jumat (12/6/2020).

Adapun, lanjutnya, manajemen perubahan sangat membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari top level perusahaan serta leading sektor yang mewujudkan pelabuhan pintar. Dengan demikian, kolaborasi yang akan mewujudkan smartport dengan keterbukaan dan kolaborasi pertukaran data, digital bisnis pun dapat tercapai.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha Tjahtjagama menuturkan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan aktivitas logistik, pelayanan logistik terus berjalan walaupun terjadi sedikit penurunan akibat permintaan yang terkendala.

Namun, menyambut kenormalan baru, pandemi virus corona mengajarkan hal penting agar kegiatan ekonomi turut memperhatikan aspek ekologi. Dengan demikian, smartport dapat menjadi salah satu solusinya melalui penerapan internet of things (IoT), dan kecerdasan buatan.

"Digitalisasi pelabuhan dapat meningkatkan efisiensi dan pelayanan pelabuhan. Teknologi informasi pun sudah menjadi isu strategis dalam sumber daya guna mendorong terwujudnya pelabuhan pintar," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo ii Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top