Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MRT Jakarta Siapkan Ruang Isolasi Khusus Penumpang Sakit di 13 Stasiun

PT MRT Jakarta mulai menyiapkan ruangan isolasi khusus untuk penumpang sakit di 13 stasiun untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi menuju normal baru.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  02:14 WIB
Penumpang berada di dalam MRT Jakarta, di Jakarta, Senin (6/4/2020). Pasca diterbitkannya Permenkes tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19, moda transportasi MRT, KRL, LRT, dan Transjakarta mulai dilakukan pembatasan armada dan jam operasional. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Penumpang berada di dalam MRT Jakarta, di Jakarta, Senin (6/4/2020). Pasca diterbitkannya Permenkes tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19, moda transportasi MRT, KRL, LRT, dan Transjakarta mulai dilakukan pembatasan armada dan jam operasional. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - PT MRT Jakarta mulai menyiapkan ruangan isolasi khusus untuk penumpang sakit di 13 stasiun untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi menuju normal baru.

"Kita antisipasi fase setelah transisi PSBB untuk mulai meletakkan di tiap stasiun sebuah ruang isolasi," kata Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar dalam forum diskusi virtual bersama jurnalis, Kamis (111/6/2020).

Jika ada penumpang yang ternyata lolos dari pemeriksaan thermal scanner, tetapi ternyata sakit atau ada indikasi yang menunjukan Covid-19, lanjut dia, maka akan segera diarahkan ke ruang isolasi.

Dia mengatakan untuk proses evakuasi para petugas MRT telah melakukan simulasi, nantinya jika ditemukan pengunjung yang sakit ataupun tidak sadarkan diri dipastikan akan ada penanganan dari tim medis khusus yang berjaga di ruang isolasi itu.

"Bayangkan kalau tidak ada ruang isolasi kemudian, amit-amit ada yang lolos [dari pemeriksaan suhu tubuh] lalu tiba-tiba terjatuh, mau dibawa ke mana? Jadi harus ada anggaran untuk itu. Karena untuk angkat orang kalau misalnya ada kejadian itu butuh protokol khusus. Kita butuh anggaran untuk siapkan tenaga medis, untuk APD petugas yang ada di sana untuk standar-standar minimum," kata William.

Lebih lanjut, William mengatakan keberadaan ruangan isolasi itu diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa fasilitas pendukung benar-benar disediakan oleh penyedia layanan publik.

"Dengan adanya ruang isolasi itu menunjukkan sikap kami serius, memastikan bahwa fasilitas publik seperti MRT aman dari penyebaran [Covid-19]," ujarnya.

Meski telah menyiapkan ruangan itu sebagai langkah preventif, William mengharapkan ruangan isolasi itu tidak perlu digunakan. "Sudah disimulasikan. Tapi kita berharap tidak terjadi. Ruang P3K sudah ada di setiap stasiun dan ruang isolasi yang terkait COVID-19 ini juga ada di seluruh stasiun," kata William.

Saat ini secara bertahap waktu operasional MRT Jakarta telah kembali normal dengan waktu tunggu per kereta 5 menit di waktu sibuk dan 10 menit di waktu normal.

Secara berangsur jumlah pengguna MRT Jakarta pun meningkat hingga belasan ribu semenjak PSBB transisi diterapkan, sehingga protokol kesehatan dan fasilitas pendukung terkait Covid-19 semakin disiapkan oleh BUMD milik Provinsi DKI Jakarta itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) New Normal

Sumber : Antara

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top