Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Layanan Sudah Buka 24 Jam, Terminal Pulo Gebang Sepi Penumpang

Kondisi Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur dilaporkan masih sepi dari aktvitas calon penumpang kendati layanannya sudah dibuka 24 jam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  13:02 WIB
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur dilaporkan masih sepi dari aktvitas calon penumpang kendati layanannya sudah dibuka 24 jam.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Operasional Terminal Terpadu Pulo Gebang Afif Muhroji mengatakan meskipun hampir sebagian besar loket pembelian tiket bus dari berbagai perusahaan otobus sudah kembali buka, namun tidak ada transaksi.

"Pagi ini masih nihil penumpang sejak operasional dibuka kembali selama 24 jam," kata Afif, Selasa (9/6/2020).

Dia menuturkan zona keberangkatan bus di lantai tiga terminal juga tampak sepi. Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang biasanya parkir, kali ini tidak tampak satu pun.

Pihaknya mengaku kondisi saat ini juga sama persis pada hari sebelumnya. Berdasarkan informasi keberangkatan penumpang yang dihimpun pada Senin (8/6/2020) dilaporkan tidak ada pemberangkatan ataupun kedatangan penumpang.

"Sebanyak empat orang calon penumpang ditolak karena tidak memenuhi Pergub No. 47/2020. Mereka tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM)," katanya.

Afif menambahkan situasi terminal yang sepi dari aktivitas penumpang diduga kuat akibat kewajiban atas SIKM yang diberlakukan walaupun sudah masa PSBB transisi. Hal tersebut diduga yang menjadi kendala bagi calon penumpang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terminal bus organda

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top