Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Transisi, BPTJ Rilis Aplikasi Lacak Covid-19

BPTJ akan mengeluarkan aplikasi L-Cov (Lacak Covid) bagi pengguna transportasi di Jabodetabek baik masyarakat umum maupun operator transportasi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  11:39 WIB
Petugas medis melakukan tes cepat (Rapid Test) COVID-19 kepada pengemudi angkutan umum di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas medis melakukan tes cepat (Rapid Test) COVID-19 kepada pengemudi angkutan umum di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan akan mengeluarkan aplikasi L-Cov (Lacak Covid) bagi pengguna transportasi di Jabodetabek baik masyarakat umum maupun operator transportasi.

Aplikasi L-Cov ini dirancang oleh BPTJ dengan dukungan oleh Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan juga Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta agar pengguna transportasi dapat memperoleh informasi tentang potensi penularan Covid-19 di sekitar lingkungan mereka.

Kepala BPTJ Polana B. Pramesti menyebutkan bahwa aplikasi L-Cov diharapkan dapat membantu khususnya masyarakat untuk melakukan pencegahan dini terhadap potensi penyebaran virus Covid-19 sebelum dan ketika bermobilitas baik menggunakan angkutan umum massal maupun kendaraan pribadi.

Apalagi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi tengah bergulir di wilayah DKI Jakarta, hal ini membuat warga mulai beraktivitas menuju new normal atau kenormalan baru yang akan diterapkan pasca pandemi virus corona ini.

"Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untk penyakit ini, oleh karenanya pencegahan dini khususnya ketika sedang bermobilitas menjadi penting. Melalui fitur Pantau Jalan, pengguna dapat mengetahui potensi penyebaran Covid 19 secara realtime yang terdapat di sepanjang rute yang akan dilalui,” jelasnya, Selasa (9/6/2020).  

Menurut Polana, salah satu keunggulan dari aplikasi ini ialah pengguna dapat memantau risiko penularan Covid 19 secara mobile khususnya di sepanjang rute jalan yang akan dilalui.

Selain rute, pengguna aplikasi L-Cov juga akan mendapat informasi tentang peta pesebaran pasien Covid 19 baik yang positif maupun suspect. Pihaknya, bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta Pemerintah Daerah dalam mengetahui data baik jumlah pasien positif, PDP, dan ODP di sekitar pengguna aplikasi L-Cov.

Lebih lanjut, pengguna aplikasi ini dapat mengetahui informasi yang menampilkan resiko covid dan jumlah pasien positif/suspect pada suatu wilayah melalui dashboard yang terdapat pada halaman depan.

“Dengan catatan selain GPS aktif, pengguna juga berada di wilayah yang sudah tersedia datanya. Kedepan, melalui teknologi QR code pengguna dapat melakukan pemindaian terhadap sarana dan prasarana transportasi umum untuk mengidentifikasi potensi penularan Covid 19,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top