Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jakarta Dilonggarkan, Pengusaha: Perhatikan Daya Beli Masyarakat

Pemerintah dinilai perlu memberikan dorongan bagi massyarakat untuk meningkatkan daya belinya, ketika aktivitas perekonomian di DKI Jakarta mulai dibuka kembali.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  18:33 WIB
(kiri-kanan) Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengadakan diskusi publik soal Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 14 Maret 2020. - Tempo / EKO WAHYUDI.
(kiri-kanan) Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengadakan diskusi publik soal Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu 14 Maret 2020. - Tempo / EKO WAHYUDI.

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha mengharapkan pemerintah dapat membantu mendorong daya beli masyarakat seiring mulai diperlonggarnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P. Roeslani mengatakan, jaminan adanya daya beli dari masyarakat merupakan hal penting ketika aktivitas perekonomian perlahan dibuka kembali pascaselesainya penerapan PSBB,

"Selama ini pembukaan perekonomian lebih banyak menyoroti sisi supply, Kita perlu  melihat pula sisi demand," katanya kepada Bisnis, Kamis (4/6/2020).

Rosan  memperkirakan pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II/2020 kembali terkoreksi setelah mengalami perlambatan pada kuartal I/2020 lalu. Dia berharap, dengan adanya pembukaan aktivitas ekonomi dan dorongan daya beli masyarakat, konsumsi rumah tangga nasional dapat membaik di sisa tahun ini.

"Jangan sampai ketika kegiatan ekonomi dibuka, demand-nya tidak ada karena daya beli masyarakat yang turun signifikan akibat banyak pekerja yang dirumahkan, gaji yang dipotong, dan kegiatan ekonomi juga masih rendah," lanjut Rosan.

Guna memastikan kembali dibukanya aktivitas ekonomi dapat berdampak positif pada perekonomian, Rosan mengharapkan pemerintah dapat memberi bantuan likuiditas guna mengurai permasalahan upah pekerja yang tergganggu selama pandemic Covid-19.

Di sisi lain, berbagai stimulus fiskal dan moneter diharapkan dapat segera diimplementasikan bagi lini usaha yang mendapat fasilitas.

"Yang perlu diselesaikan adalah mengurangi jumlah orang yang dirumahkan atau menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagaimana caranya agar perusahaan bisa membayar gaji secara penuh agar daya beli terkatrol," ujarnya.

Terlepas dari hal ini, Rosan tak memungkiri jika dunia usaha tidak bisa langsung memulihkan performa secara utuh meski pemerintah membuka jalan pembukaan ekonomi. Dengan adanya protokol kesehatan yang harus dijalankan, Rosan mengatakan dunia usaha bakal melakukan pemulihan secara perlahan dengan tetap melihat kondisi pasar.

"Kami bersiap menghadapi re-opening tapi kami menyadari bahwa kegiatan usaha tidak bisa langsung tancap gas, akan bergerak perlahan dan ini mengakibatkan produktivitas menurun. Kita tidak akan langsung cepat utilitas 100 persen, akan sangat bertahap," papar Rosan.

Senada, Ketua Bidang Industri Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Johnny Darmawan mengemukakan bahwa dibukanya perekonomian DKI Jakarta secara bertahap bakal memberi dorongan bagi sektor yang masih memiliki permintaan di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, untuk sektor dengan permintaan yang tertahan, Johnny mengatakan pelaku usaha pun cenderung akan menahan kegiatan produksinya.

Bagaimana pun, dibukanya aktivitas perekonomian dengan pembatasan disebut Johnny memberi ruang bagi dunia usaha untuk menyiapkan diri pada masa transisi. Di sisi lain, aktivitas ekonomi disebutnya perlu tetap dijalankan dengan hati-hati demi mencegah potensi sebaran wabah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dki jakarta New Normal kadin
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top