Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siemens Pasok Peralatan Kompresi dan Pembangkit di Kilang Balikpapan

Nantinya, peralatan tersebut akan dipasang sebagai bagian dari Refinery Development Master Project (RDMP). Siemens Gas dan Power akan menyuplai 17 kompresor piston (reciprocating compressor), bersama dengan hot gas expander single step.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  12:39 WIB
Empat turbin gas industri SGT-800 memungkinkan adanya penghematan biaya dalam perluasan kilang Balikpapan. Istimewa - Siemens
Empat turbin gas industri SGT-800 memungkinkan adanya penghematan biaya dalam perluasan kilang Balikpapan. Istimewa - Siemens

Bisnis.com, JAKARTA – Siemens Gas and Power terpilih sebagai pemasok berbagai peralatan kompresi dan pembangkit listrik untuk Kilang Balikpapan yang dioperasikan oleh PT Pertamina (Persero).

Nantinya, peralatan tersebut akan dipasang sebagai bagian dari Refinery Development Master Project (RDMP). Siemens Gas dan Power akan menyuplai 17 kompresor piston (reciprocating compressor), bersama dengan hot gas expander single step.

Sementara itu, model kompresor khusus yang akan disuplai termasuk delapan kompresor HHE-VL, dua kompresor HHE-FB, empat kompresor HHE-VG, dan tiga kompresor HSE. Selain itu, Siemens Gas and Power juga akan menyuplai empat turbin gas industri SGT-800 dan lima turbin uap SST-600 untuk pembangkit listrik Balikpapan.

Hot gas expander akan memulihkan panas limbah (mis., gas buang) dari reaktor RFCC untuk menghasilkan sekitar 20 megawatt (MW) daya, yang akan digunakan untuk menggerakkan blower udara sentral dari pembangkit, bersama dengan turbin single stream.

Pengaturan unik ini akan mengurangi konsumsi uap secara keseluruhan dan menghasilkan penghematan biaya operasional yang signifikan untuk Pertamina.

Matthew Chinn, Executive Vice President New Equipment Solutions for Siemens Energy Oil & Gas Division, mengatakan kinerja yang bagus dari armada kompresor kami di seluruh kawasan serta kemampuan layanan dalam negeri yang kuat menjadi faktor utama dari kemenangan strategis ini.

“Ditambah dengan kinerja, efisiensi, dan keandalan turbin gas SGT-800, memungkinkan adanya penghematan biaya dalam peluasan kilang Balikpapan dan juga berkontribusi dalam keberhasilan RDMP Pertamina, hal ini tentunya berperan penting dalam meningkatkan ketahanan energi Indonesia," katanya, dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2020).

Proyek RDMP ini melibatkan pembangunan unit residual fluid catalytic cracker (RFCC) yang di desain dengan kapasitas 90.000 barel per hari (bph), LPG sulfur removal unit (SRU), propylene recovery unit (PRU), dan middle distillate hydrotreater 80.000 bph.

Kompresor piston HHE akan dipergunakan di berbagai unit pemrosesan kilang yang dapat membantu memastikan kestabilan operasi pembangkit.

Kompresor ini memiliki rangka besi, sehingga dapat mengurangi getaran yang ditransmisikan ke pipa terhubung serta memberikan stabilitas maksimum dengan menggunakan internal ribbed walls dan integral cross-member bearing saddle yang terletak di antara setiap crank throw.

Kompresor kelas HHE pertama kali dipasang lebih dari 50 tahun yang lalu. Saat ini, lebih dari 3.000 unit telah beroperasi di seluruh dunia.

Proyek peluasan akan meningkatkan output kilang Balikpapan dari 240.000 bph menjadi 360.000 bph. Proyek ini juga akan memungkinkan kilang menghasilkan bahan bakar berkualitas tinggi sesuai dengan standar Euro V.

Sayangnya, kompresor piston diproduksi di pabrik Siemens Gas dan Power Naroda Gujarat yang berlokasi di India, bukan di Indonesia. Selain itu, hot gas expander akan dibangun di Olean, New York, AS, turbin uap akan diproduksi di Görlitz, Jerman, dan turbin gas akan diproduksi di Finspong, Swedia. Pemasangan kompresor ini dijadwalkan dilakukan pada 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina siemens kilang minyak
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top