Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembebasan Lahan Kilang Minyak Tuban Sudah 92 Persen

Perlu diketahui, investasi pada kilang minyak dan petrokimia di Tuban ini merupakan salah satu dari sekian banyak investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun yang tak kunjung terealisasi.
Edi Soewiknyo & Muhamad Wildan
Edi Soewiknyo & Muhamad Wildan - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  11:42 WIB
Blok Tuban. - Antara
Blok Tuban. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat perkembangan pembebasan lahan kilang minyak dan petrokimia di Tuban sudah mencapai 92 persen dari total 841 hektar.

Perlu diketahui, investasi pada kilang minyak dan petrokimia di Tuban ini merupakan salah satu dari sekian banyak investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun yang tak kunjung terealisasi.

Proyek ini merupakan kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dan Rosneft yang disepakati sejak 2017 tetapi terkendala oleh pembebasan lahan.

Ini juga merupakan proyek dari usaha patungan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimian dengan Pertamina sebesar 55 persen dan Rosneft sebesar 45 persen dengan nilai proyek sebesar Rp211,9 triliun.

Kilang Tuban adalah bagian dari New Grass Root Refinery (NGRR) yang dibangun Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri dan memproduksi petrokimia.

Meski masalah pembebasan lahan sudah bisa diselesaikan Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi, masih ada beberapa PR lain yang perlu diselesaikan yakni izin lingkungan yang sedang dipercepa prosesnya bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Penyelesaian proyek ini adalah prioritas pemerintah untuk membangun hilirisasi industri di dalam negeri sehingga Indonesia dapat mengurangi defisit neraca impor, ketergantungan akan impor minyak dan dapat membangun ketahanan industri nasional," ujar Imam dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2020).

Pada awal Februari 2020, BPKM telah membentuk tim khusus dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia juga telah mengunjungi wilayah tersebut untuk menyelesaikan negosiasi dengan masyarakat sekitar. 

Proyek ini perlu segera diselesaikan karena memiliki potensi untuk menyerap 20.000 tenaga kerja pada tahap konstruksi dan 2.500 tenaga kerja pada tahap operasional.

Di lain pihak, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia (MP2) Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan bahwa Pertamina dan Rosneft telah menandatangani kontrak desain kilang Tuban dengan kontraktor terpilih pada Oktober 2019 lalu. Adapun, basic engineering design (BED) dan front end engineering design (FEED) saat ini sedang berjalan.

"Dengan dukungan semua pihak, pembangunan kilang diharapkan berjalan lancar dan selesai sesuai waktu yang ditargetkan, sehingga kita bisa berdaulat secara energi," kata Ignatius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina bkpm Kilang Tuban
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top