Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Distributor Nike dan Pemegang Merek Manzone ini Pangkas Karyawan Hampir 70 Persen

Dalam laman keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/5/2020), perseroan memperkirakan penghentian operasional bisa memakan waktu lebih dari 3 bulan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  20:33 WIB
Ilustrasi / Produk alas kaki dengan merek Nike. Bloomberg
Ilustrasi / Produk alas kaki dengan merek Nike. Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan ritel, garmen dan distributor alas kaki PT Mega Perintis Tbk. (ZONE) melepaskan sebagian karyawannya akibat dampak Covid-19.

Dalam laman keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/5/2020), perseroan memerkirakan penghentian operasional bisa memakan waktu lebih dari 3 bulan.

Akibatnya, perusahaan pemegang mereka Men'Top dan Fakelondon ini melaporkan sudah merumahkan 2.226 orang karyawannya dan 284 karyawan terdampak dengan status lain, misalnya pemotongan gaji.

Secara keseluruhan, kini, perseroan hanya memiliki 1.005 karyawan berstatus tetap dan tidak tetap. Padahal, berdasarkan data ZONE yang disampaikan ke BEI, jumlah karyawan tetap dan tidak per Desember 2019 tercatat 3.283 orang.

Mega Perintis sendiri menjadi retailer Nike di Indonesia sejak 2013 lalu. Saat itu, berdasarkan informasi perusahaan, ZONE juga mendirikan PT Mitrelindo Global dan memegang hak jual Basic House asal Korea Selatan.

Dalam informasi BEI, disebutkan ZONE akan kehilangan pendapatan atau terkoreksi kurang dari 25 persen untuk kuartal I/2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Jika merujuk pada data laporan keuangan perseroan per 31 Maret 2019, Mega Perintis membukukan penjualan bersih Rp102,64 miliar dan laba bersih sebesar Rp4,64 miliar.

Dengan begitu, berdasarkan perhitungan perseroan, baik pendapatan dan laba bersih masing-masing akan tergerus kurang dari Rp25,66 miliar dan lebih dari Rp3,48 miliar.

“Adanya pandemi COVID [Covid-19] PSBB [Pembatasan Sosial Berskala Besar] mengakibatkan outlet offline penjualan kami di pusat pembelanjaan ditutup, begitu juga outlet penjualan yang ada di departement store,” tulis manajemen ZONE dalam keterangannya yang dikutip Bisnis, Minggu (31/5).

Kalaupun ada ritel yang beroperasi, perseroan menyatakan kebijakan social distancing dan penyebaran virus corona yang begitu masif di dalam negeri membuat masyarakat merasa harus waspada dan mengurangi kegiatan di pusat perbelanjaan yang akhirnya menyebabkan pengunjung mal sepi.

Otomatis, anak usaha perseroan yang bergerak di bidang garmen tidak bisa berproduksi karena kurangnya penjualan.

Ekspansi bisnis Mega Perintis di industri garmen diperkuat dengan mendirikan PT Mega Putra Garmen dengan pabrik di Pemalang pada 2014. Pada tahun itu juga, ZONE meluncurkan merek Batik's Plus.

Terus berkembang, pada 2017, ZONE pun meresmikan toko ke 100 Manzone yang berada di Bintaro Plaza.

Sebelumnya, Mega Perintis mengakui pandemi Covid-19 telah memengaruhi operasi perseroan dan entitas anak, serta operasi pelanggan dan pemasok perusahaan dan entitas anak.

Dikutip laporan keuangan perseroan yang diunggah di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sampai dengan tanggal 19 Maret 2020, pandemi telah menyebabkan penurunan penjualan yang sangat signifikan.

"Dan langkah strategis yang dilakukan perseroan adalah merumahkan sebagian karyawan sales promotion," papar manajemen.

Hal tersebut diakibatkan penutupan sementara toko-toko perusahaan dan entitas anak yang berada di pusat-pusat perbelanjaan, serta penghentian sementara produksi pakaian oleh entitas anak perseroan.

Dengan adanya penurunan penjualan yang sangat signifikan tersebut, akan berdampak pada terhambatnya pembayaran pokok dan bunga pinjaman kepada kreditur, pembayaran kepada pemasok dan pembayaran sewa kepada pemberi sewa oleh perusahaan dan entitas anak.

Lebih lanjut, manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dan entitas anak, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karyawan Kinerja Emiten nike garmen Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top