Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyebaran Corona di Kapal Pesiar, ABK WNI Terdampak Signifikan

Dari semua bagian sektor pelayaran, pelayaran penumpang adalah yang paling banyak terdampak oleh virus corona.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  21:05 WIB
Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar melakukan  pemeriksaan kesehatan terhadap ABK dan penumpang Kapal Pesiar MS Coral di zona karantina denga jarak 2 mil dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, hari ini Rabu (11/3/2020).  - Foto: KKP Makassar
Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ABK dan penumpang Kapal Pesiar MS Coral di zona karantina denga jarak 2 mil dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, hari ini Rabu (11/3/2020). - Foto: KKP Makassar

Bisnis.com, JAKARTA — National Maritime Institute menilai Indonesia sebagai salah satu negara yang terdampak signifikan dengan penyebaran virus corona di atas kapal pesiar dengan puluhan ribu warga yang bekerja sebagai pelayan di atas berbagai hotel terapung di dunia.

Direktur National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menjelaskan banyak WNI yang bekerja di Carnival Cruise Line, Cunard Line, American Cruise Line, dan sebagainya. Kini, sedikit demi sedikit mereka dikirim kembali oleh operatornya.

Dia menyebutkan bahwa pada gelombang pertama sekitar 800 lebih anak buah kapal (ABK) sudah tiba di Pelabuhan Benoa, Bali, beberapa waktu lalu. Ratusan ABK lagi, sudah menyusul masuk dan terus akan masuk hingga 20.000 ABK.

“Di Indonesia sendiri kasus terpapar virus corona di atas kapal penumpang juga lumayan banyak dibandingkan dengan pelayaran lain. Sejauh ini kapal yang dioperasikan oleh PT Pelni paling mendominasi sebagai tempat penjangkit. Perusahaan BUMN itu kini telah menyetop operasi kapal penumpang tetapi tetap menjalankan kapal perintis Sabuk Nusantara,” jelasnya, Jumat (29/5/2020).

Dia pun tak memungkiri dari semua bagian sektor pelayaran, pelayaran penumpang adalah yang paling banyak terdampak oleh virus corona. Sayangnya, kata dia, respons operator pelayaran cruise dunia terbilang lambat dibandingkan dengan sektor pelayaran lainnya. Alhasil jumlah orang yang terjangkit pun paling tinggi di antara berbagai jenis usaha pelayaran.

Salah satu penyebabnya, kata Siswanto, sikap keras kepala operator cruise. Mereka, katanya, tidak segera membatalkan pelayaran wisata yang sudah diprogram dan mengembalikan uang tiket. Penumpang akhirnya terpaksa tetap melakukan pelayaran di tengah pandemi corona.

Penyebab lainnya, kapal penumpang merupakan alat angkut yang paling banyak membawa penumpang diantara moda lainnya dan menjadi sulit sekali melakukan jaga jarak fisik.

Di sisi lain, dalam kondisi saat ini, normal baru atau new normal bukan lagi sekadar wacana. Negara-negara sudah mulai menyiapkan protokol bagi seluruh sektor kehidupan agar bisa hidup berdampingan dengan Covid-19. Sektor pelabuhan, pelayaran, logistik juga telah menyiapkan sejumlah langkah untuk itu.

“Namun, kami memperkirakan sektor usaha pelayaran penumpang atau cruise line ini akan terdampak cukup dalam, apabila new normal diterapkan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal pesiar Virus Corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top