Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

'New Normal' akan Dimulai, Begini Ketentuan Buat Toko Farmasi

Kementerian Perdagangan menerbitkan ketentuan tentang standar operasional oko obat, farmasi dan atau fasilitas kesehatan selama pandemi Covid-19 dan fase kenormalan baru (new normal)
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  22:00 WIB
Pekerja farmasi mengenakan sarung tangan bedah untuk melayani pelanggan yang membayar dengan uang tunai di apotek di Barcelona, Spanyol, Minggu (15/3/2020). Spanyol mengumumkan keadaan darurat segera selama 15 hari, yang secara signifikan membatasi mobilitas warga di negara tersebut. Perdana Menteri Pedro Sanchez dalam pidato menyatakan aksi tersebut bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Bloomberg - Angel Garcia
Pekerja farmasi mengenakan sarung tangan bedah untuk melayani pelanggan yang membayar dengan uang tunai di apotek di Barcelona, Spanyol, Minggu (15/3/2020). Spanyol mengumumkan keadaan darurat segera selama 15 hari, yang secara signifikan membatasi mobilitas warga di negara tersebut. Perdana Menteri Pedro Sanchez dalam pidato menyatakan aksi tersebut bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Bloomberg - Angel Garcia

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan ketentuan mengenai standar operasional di sektor toko obat, farmasi dan atau fasilitas kesehatan dalam rangka pemulihan aktivitas perdagangan pada masa pandemic Covid-19 dan kenormalan baru (new normal)

Dalam salah satu poin yang diatur dalam Surat Edaran (SE) No.12/2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan Yang Dilakukan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) dan New Normal, toko obat, farmasi dan atau fasilitas kesehatan menjadi salah satu sektor yang diatur standar operasionalnya.

“Surat edaran ini bertujuan untuk mengatur penyelenggaraan kegiatan perdagangan dalam rangka menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi barang dan jasa kebutuhan masyarakat selama masa darurat bencana nonalam Covid-19,” sesuai dengan isi SE No.12 tahun 2020 yang dikutip Bisnis, Jumat, (29/5/2020).

Selain itu, SE ini mengatur tentang ketentuan para penyelenggara perdagangan menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi penyelenggara kegiatan perdagangan guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Adapun ketentuan operasional toko obat, farmasi dan atau fasilitas kesehatan di antaranya:

Pertama, menerapkan pengaturan sirkulasi dan batasan waktu kunjungan serta jumlah pengunjung maksimal 40 persen dari jumlah kunjungan pada saat kondisi normal. Pelaku usaha juga wajib menerapkan control ketat pada pintu masuk dan pintu keluar yang di atur untuk mencegah terjadinya kerumunan sesuai protokol kesehatan.

Kedua, memastikan semua petugas dan pengelola toko obat, farmasi dan fasilitas kesehata negatif Covid-19 berdasarkan bukti hasil tes PCR/rapid test yang dilakukan oleh pemilik toko atau dinas kesehatan serempat. Petugas dan pengelola toko juga diwajibkan menggunakan masker dan atau pelindung muka serta sarung tangan selama beraktivitas.

Ketiga, sebelum toko obat, farmasi dan fasilitas kesehatan dibuka, dilakukan screening awal untuk memastikan suhu tubuh seluruh petugas dan pengelola toko di bawah 37,3 derajat.

Keempat, melarang masuk orang dengan gejala pernapasan seperti batuk, flu atau sesak napas.

Kelima, di area toko disiapkan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer serta menjaga kebersihan dengan melakukan penyemprotan disinfektan di ruangan/lokasi sescara berkala tiap dua kali sehari.

Keenam, menjaga kebersihan lokasi berjualan dengan menyemprotkan disinfektan secara berkala termasuk sarana umum seperti toilet umum, tempat pembuangan sampah dan tempat parkir.

Ketujuh, mewajibkan pembeli/konsumen menggunakan masker dan menjaga jarak antrean 1,5 meter serta kontrol suhu tubuh pembeli atau konsumen di bawah 37,3 derajat celcius sesuai dengan ketentuan WHO.

Kedelapan,  menjaga jarak antrian di kasir minimal 1 meter dan maksimal 5 orang.

Kesembilan, mengatur tata letak kursi di ruang tunggu dan jarak antara konter obat dengan konsumen minimal 1 meter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag farmasi New Normal
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top