Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sambut New Normal, Masyarakat Justru Khawatir

Berdasarkan riset Riset GfK Consumer Pulse, dengan angka kasus baru penularan Covid-19 yang terus meningkat, 97 persen masyarakat Indonesia sangat mengkhawatirkan akibat dari pandemi ini bila terus memburuk ke depannya.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  16:11 WIB
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Riset GfK Consumer Pulse mengungkapkan adanya kecemasan konsumen terhadap kondisi kesehatan dan ekonomi masyarakat setelah krisis Covid-19.

Regional Lead, GfK Digital Research, Asia Pasifik & Timur Tengah, Karthik Venkatakrishnan menjelaskan bahwa dengan angka kasus baru penularan Covid-19 yang terus meningkat, 97 persen masyarakat Indonesia sangat mengkhawatirkan akibat dari pandemi ini bila terus memburuk ke depannya.

Menurutnya, lebih dari separuh responden (60 persen), terutama masyarakat yang tinggal di kota-kota besar, mempercayai bahwa mereka (atau orang yang mereka kenal) memiliki kemungkinan terpapar Covid-19.

“Hasil riset ini menyediakan informasi mendalam sebagai referensi bagi para pelaku bisnis dan pemilik merek di berbagai kategori untuk mengeksplorasi peluang-peluang yang bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis di masa mendatang serta mendukung pemulihan bisnis mereka secara efektif pasca krisis,” jelasnya lewat siaran persnya, Kamis, (28/5/2020).

Lebih jauh lagi, 94 persen masyarakat juga mencemaskan krisis ekonomi yang timbul akibat wabah Covid-19 Ini. Hal ini diperkuat oleh hasil riset dari 47 persen responden yang menyatakan bahwa kondisi keuangan pribadi mereka telah mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

Menurutnya, sehubungan dengan adanya pembatasan mobilitas masyarakat akibat PSBB, riset GfK menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan masyarakat untuk aktivitas luar rumah berkurang 80 persen. Bahkan, di antara responden yang memiliki kemungkinan work from home (WFH), 50 persen diantaranya menjalankan aktivitas WFH secara full time.

Hasil penelitian juga memperlihatkan, terdapat 55 persen pelajar yang merasa menghabiskan waktu lebih banyak untuk belajar di rumah. Hal ini disebabkan penerapan kebijakan penutupan sekolah yang telah dilakukan sejak Maret 2020, sehingga pelajar di Indonesia kini melanjutkan aktivitas belajar dari rumah melalui berbagai platform belajar daring dan video conference.

Lebih lanjut, katanya selama menjalankan berbagai aktivitas dari rumah, waktu luang yang dimiliki masyarakat Indonesia mengalami peningkatan sebesar 51 persen.

“Sebagian besar responden menyatakan, mereka menghabiskan waktu luang dengan melakukan aktivitas internet browsing (88 persen), menonton video (75 persen), membaca dan menonton berita (68 persen), menonton serial dan drama di TV (65 persen), mendengarkan musik streaming (65 persen), menghubungi keluarga dan kerabat melalui aplikasi video call dan pesan (59 persen), serta berbelanja online (52 persen),” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 New Normal
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top