Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Survei MarkPlus: Tren Belanja Berubah, Produsen FMGC Diminta Fokus Ketersedian

Loyalitas tinggi pada produk hanya diperoleh oleh produsen produk kebersihan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  19:19 WIB
Warga berbelanja kebutuhan pangan dan rumah tangga di salah satu supermarket di Cimahi, Jawa Barat, Minggu (19/4/2020). Bisnis - Rachman
Warga berbelanja kebutuhan pangan dan rumah tangga di salah satu supermarket di Cimahi, Jawa Barat, Minggu (19/4/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - MarkPlus, Inc melaporkan pasca pandemic Covid-19 terjadi perubahan gaya hidup di masyarakat yang akhirnya mengubah pola konsumsi.

Associate Client Success Team MarkPlus, Inc. Chrestella Carissa memaparkan, sejak terjadinya pandemi corona dilaporkan 46.8 persen responden memilih untuk memasak sendiri makanan yang akan dikonsumsi. Meski memasak sendiri, dilaporkan 27.9 persen responden masih mengkonsumsi makanan cepat saji seperti mie instan, frozen food, dan makanan kaleng. Peningkatan konsumsi multivitamin dan penggunaan handsanitizer juga meningkat bahkan hingga dua kali lipat.

“Masyarakat lebih banyak mengkonsumsi multivitamin, meningkat dari 35.1 persen menjadi 58.6 persen setelah Covid-19 mewabah di Indonesia. Namun, 47.7 persen responden mengaku sulit menemukan produk kesehatan saat ini,” papar Chrestella dalam keteranagan tertulis, Selasa (19/5/2020).

Disebutkan, terbatasnya pasokan barang tertentu juga telah membuat masyarakat mencari alternatif produk sejenis. Ini membuat loyalitas customer terhadap suatu brand menurun hingga 75.7 persen untuk produk makanan dan minuman, 79.3 persen untuk produk kesehatan, dan 93.7 persen pada produk higienitas.

Masyarakat tidak akan ragu untuk beralih kepada merek lain jika tidak menemukannya di pasar. Selain itu, faktor harga yang murah juga masih menjadi pertimbangan dalam membeli produk FMCG.

“Customer lebih peduli pada ketersediaan produk karena customer akan mencari alternatif produk lain apabila merek yang mereka inginkan tidak tersedia di pasaran, apalagi dengan adanya pembatasan aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Selain faktor ketersediaan, produk harus relevan dengan kondisi saat ini dimana ada perubahan kebiasaan customer sebelum dan setelah pandemi mewabah di Indonesia. Kemudahan dalam mendapatkan produk makanan dan kesehatan membuat masyarakat memilih melakukan transaksi secara online dengan delivery service sehingga hal tersebut bisa menjadi peluang bagi pebisnis di sektor FMCG untuk meningkatkan teknologi digital.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel indofood supermarket
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top