Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah ship call volume muatan dan penumpang kapal barang mengalami tren penurunan setelah adanya pemberlakuan pembatasan daerah tetapi ada kecenderungan meningkat pelan setelah Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease COVID-19 diberlakukan.
Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko menjelaskan hal itu dikarenakan ringkasan kedatangan kapal baik dari volume penumpang dan muatan di suatu pelabuhan pada masa pandemi Covid-19 bergantung kepada penerapan kebijakan pembatasan transportasi laut yang dilakukan di daerah.
Wisnu juga menyebutkan sejauh ini permintaan pengiriman barang mengalami penurunan akibat volume perdagangan domestik yang juga ikut turun.
"Terutama setelah adanya pemberlakuan pembatasan daerah, terjadi tren penurunan jumlah ship call volume muatan dan penumpang kapal barang. Tapi ada kecenderungan meningkat pelan setelah SE Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas diberlakukan," jelasnya, Sabtu (16/5/2020).
Namun, khusus untuk kapal tol laut, dari data yang masuk melalui aplikasi LCS Logistic Comunication System), volume muatan tol laut logistik pada Januari-April 2020 terpantau mengalami peningkatan.
Kemenhub merencanakan Tol Laut tetap berjalan normal pada masa Pandemi Covid-19 dan menjelang Idufitri 1441 H. Begitupun dengan harga kebutuhan pokok di wilayah timur masih terpantau normal.
Baca Juga
Pemerintah, sebutnya, telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana untuk memudahkan pendistribusian logistik ke wilayah timur sehingga konektivitas kapal tol laut khususnya yang menyinggahi Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku tetap berjalan.
Selain itu, untuk memaksimalkan pengiriman barang, saat ini kapal penumpang juga bisa dimanfaatkan daerah untuk mengangkut logistik sehingga ketersediaan barang kebutuhan pokok dapat lebih merata di seluruh wilayah.