Inkindo : Sektor Konstruksi Terhenti, Pelaku Usaha Bisa Kolaps

Sektor konstruksi diharapkan bisa tetap bekerja dengan catatan menerapkan prosedur dan protokol Covid-19, mulai dari manajemen, rantai pasok, hingga pekerjaan di lapangan.
Pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi jalan tol./Bloomberg-Dimas Ardian
Pekerja menyelesaikan pembangunan konstruksi jalan tol./Bloomberg-Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA — Ikatan Nasional Konsultan Indonesia  menyayangkan terhentinya sejumlah pekerjaan konstruksi karena implementasi penerapan pembatasan sosial berskala besar yang belum optimal.

Ketua Umum DPN Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Peter Frans mengatakan bahwa jika kondisi ini terus berlangsung, sektor konstruksi termasuk konsultansi bisa kolaps.

"Kalau berhentikan proyek, Inkindo menduga selama 3 bulan [ke depan] saja 50 persen kolaps, kalau sampai akhir tahun bisa 60 persen—70 persen anggota Inkindo dan kontraktor, dunia konstruksi akan kolaps, kalau tidak ada stimulus dari pemerintah untuk anggota kecil," jelas Peter dalam konferensi video, Kamis (14/5/2020).

Padahal, katanya, berdasarkan aturan yang dikeluarkan seperti pembatasan sosial berskala besar di DKI Jakarta terdapat pengecualian terhadap sektor konstruksi. "Namun, faktanya karena kantornya ditutup akhirnya proyek konstruksi setop, harusnya kalau me-refer di negara maju yang sudah terbebas Covid-19 di Vietnam dan Australia, itu boleh bekerja. Dunia konstruksi tidak boleh berhenti," jelasnya.

Peter menekankan bahwa sektor konstruksi bisa tetap bekerja dengan catatan menerapkan prosedur dan protokol Covid-19, mulai dari manajemen, rantai pasok, hingga pekerjaan di lapangan.

"Saya mendesak pemerintah harus menjalankan dalam beberapa bulan ke depan agar proyek konstruksi strategis harus tetap berjalan mengacu ke aturan yang ada, itu sudah detail, instruksi menteri [Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat], PSBB," jelasnya.

Namun, memang yang mungkin menjadi kendala adalah karantina wilayah proyek dan pekerja proyek di area tersebut.

Menurut Peter, diperlukan modifikasi untuk sektor konstruksi agar tetap bisa berjalan di saat Covid-19, terutama implementasi di lapangan agar sektor konstruksi bisa tetap berjalan.

Pasalnya, fakta di lapangan untuk proyek yang sudah lelang ada yang berhenti karena tidak bisa ada pergerakan. "Itu yang perlu disosialisaikan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Agne Yasa
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper