Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

1.000 WNI Lakukan Penerbangan Repatriasi di Bandara Soetta

Penerbangan repatriasi warga negara Indonesia semakin meningkat di Bandara Soekano-Hatta setelah diterbitkan Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 bernomor 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  01:00 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) antre untuk mendaftar repatriasi di Bandar Udara Internasional Colombo, Sri Lanka, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. ANTARA
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) antre untuk mendaftar repatriasi di Bandar Udara Internasional Colombo, Sri Lanka, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah penerbangan repatriasi warga negara Indonesia semakin meningkat di Bandara Internasional Soekano-Hatta setelah pemerintah menerbitkan Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 bernomor 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga mengatakan pada Minggu (10/5/2020) sekitar 1.000 WNI tiba di Terminal 3 Soekarno-Hatta dengan penerbangan repatriasi. Pada hari-hari sebelumnya pada Kamis (7/5/2020) jumlah penumpang yang tiba dengan penerbangan repatriasi sekitar 600 WNI.

"Jumlah penumpang tersebut meningkat dibandingkan dengan rata-rata 1-2 minggu sebelumnya yakni sekitar 300 - 400 WNI per hari yang tiba dengan penerbangan repatriasi," jelasnya, Minggu (10/5/2020).

Secara total, WNI yang tiba di Soekarno-Hatta dengan penerbangan repatriasi hingga kini sudah mencapai lebih dari 25.000 WNI dengan lebih dari 15.000 diantaranya merupakan Pekerja Migran Indonesia atau PMI.

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta telah menjalankan protokol kesehatan secara ketat terhadap penumpang pesawat khususnya yang tiba dari luar negeri, yaitu dengan melakukan wawancara. Selanjutnya pemeriksaan suhu, tanda dan gejala Covid-19, kemudian pemeriksaan saturasi oksigen dan pemeriksaan rapid test dan/atau PCR.

Bagi WNI atau WNA yang memiliki sertifikat menyatakan bebas Covid-19 dapat juga menunjukkan sertifikat tersebut kepada personel KKP untuk penanganan lebih lanjut. Secara detail, protokol kesehatan yang dijalankan di pintu masuk Indonesia terdapat di dalam Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020.

KKP Bandara Soekarno-Hatta juga menambah jumlah personel agar optimal dalam menjalankan protokol kesehatan terhadap penumpang yang baru tiba.

Kepala KKP Soekarno-Hatta Anas Ma'ruf menuturkan jumlah personel terus ditambah guna dapat melakukan penanganan secara maksimal.

"Mulai Senin, 11 Mei 2020, jumlah personel KKP yang bertugas di Soekarno-Hatta, baik itu di Terminal 2, Terminal 3, dan di UGD Kantor Induk berjumlah total 48 orang per shift. Pada Jumat, 15 Mei 2020, akan ditambah 12 orang per shift sehingga total 60 orang dalam satu shift,” ujarnya.

Dia menuturkan personel sebanyak 15 personel medical service assistance (MSA) PT Angkasa Pura II juga diperbantukan mendukung KKP di Soekarno-Hatta.

Adapun protokol kesehatan dijalankan secara ketat oleh KKP di Soekarno-Hatta di kedatangan International. Pada periode April - Mei 2020 terdeteksi lebih dari 40 penumpang penerbangan repatriasi WNI yang memiliki hasil rapid test reaktif terhadap Covid-19. Penumpang tersebut kemudian mendapat penanganan lebih lanjut di RS rujukan di antaranya RS Darurat Wisma Atlet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Penerbangan Repatriasi pandemi corona Pekerja Migran Indonesia
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top