Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angka Pengangguran AS, The Fed: Yang Terburuk Masih Akan Terjadi

Masyarakat Amerika Serikat (AS) harus bersiap-siap menerima kabar yang lebih mengecewakan tentang pengangguran di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  11:24 WIB
Angka Pengangguran AS, The Fed: Yang Terburuk Masih Akan Terjadi
Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Selasa (13/8/2019). Bloomberg - Andrew Harrer
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat Amerika Serikat (AS) harus bersiap-siap menerima kabar yang lebih mengecewakan tentang pengangguran di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Untuk itu, Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan Kongres AS harus mempertimbangkan untuk memberikan lebih banyak bantuan.

“Sayangnya, yang terburuk masih akan terjadi di lapangan kerja,” ungkap Kashkari dalam program ABC pada Minggu (10/5/2020) waktu setempat.

Ia menggambarkan situasi tersebut setelah data yang dirilis pada Jumat (8/5/2020) menunjukkan tingkat pengangguran di AS melonjak menjadi 14,7 persen pada bulan April setelah para pengusaha memangkas 20,5 juta pekerjaan.

“Ada benar-benar sekitar 23 persen atau 24 persen orang yang tidak bekerja dewasa ini, dan jika ini adalah pemulihan bertahap seperti yang saya kira, orang-orang itu akan membutuhkan lebih banyak bantuan,” terangnya.

The Fed telah memangkas suku bunga acuan ke kisaran level nol. Dalam rapat kebijakan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (29/4/2020), The Fed kemudian memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate di level 0 persen - 0,25 persen.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan para pembuat kebijakan tidak "terburu-buru untuk menaikkan suku bunga" setelah memperingatkan bahwa pandemi virus Corona menimbulkan risiko yang cukup besar bagi ekonomi dalam jangka menengah.

Hal itu dilakukan sampai mereka yakin bahwa ekonomi AS telah melewati peristiwa baru-baru ini serta berada di jalurnya untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan target stabilitas harga.

Selain itu, bank sentral AS tersebut meluncurkan serangkaian program pinjaman darurat guna menjaga kredit mengalir dalam perekonomian, didukung oleh uang pembayar pajak dari paket penyelamatan senilai US$2 triliun yang disetujui oleh Kongres pada akhir Maret.

Kashkari mengatakan The Fed akan melakukan segala daya untuk memastikan sistem keuangan terus berjalan. Namun, upaya fiskal juga akan diperlukan untuk membantu puluhan juta pekerja yang menganggur melalui periode pemulihan yang mungkin akan panjang.

"Jika ini akan berlangsung untuk jangka waktu yang lama, saya rasa akan berlangsung dalam beberapa fase selama satu atau dua tahun, saya pikir Kongres perlu untuk terus memberikan bantuan kepada para pekerja yang sudah kehilangan pekerjaan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as Kebijakan The Fed
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top