Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Mengapa KPR Jadi Pilihan Terbanyak Pembiayaan Hunian

Pada masa pandemi Covid-19, penurunan pengajuan KPR tak bisa dihindari karena memang transaksi jual beli properti yang menurun.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Mei 2020  |  15:10 WIB
Pengunjung mencari informasi pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L. Nugraha
Pengunjung mencari informasi pada pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2020 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). Bisnis - Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Meskipun mengalami penurunan tajam selama masa pandemi, pembiayaan hunian menggunakan kredit pemilikan rumah masih paling banyak diminati dan digunakan dibandingkan dengan skema bayar lainnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) kuartal IV/2019, pembiayaan residensial menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR) memiliki pangsa sebesar 72 persen, 20 persen menggunakan cicilan bertahap ke pengembang, dan 8 persen menggunakan tunai keras.

Managing Partner Residential Group Coldwell Banker Commercial Alvin Alexander mengatakan bahwa KPR masih menjadi pilihan lantaran pembiayaan dengan cicilan bertahap ke pengembang umumnya memiliki tenor yang pendek, maksimal hanya 5 tahun.

Sementara itu, untuk pembayaran tunai orang cenderung enggan melakukan demi menghindari risiko gagal bangun atau penundaan, apalagi pada masa pandemi seperti saat ini.

“KPR kan tenornya lama, bisa sampai 25 tahun, orang lebih leluasa untuk bayar. Kalau pun mau cash biasanya orang mau yang rumahnya sudah jadi,” ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (10/5/2020).

Dengan masa tenor yang panjang, dengan program uang muka 10 persen saja, pembayaran rumah menjadi lebih terjangkau.

Namun, pada masa pandemi Covid-19, penurunan pengajuan KPR tak bisa dihindari karena memang transaksi jual beli properti yang menurun. Selain karena orang cenderung tidak mau keluar rumah untuk melihat properti yang hendak dibeli, faktor ketidakpastian juga tinggi.

“Pasar sekarang masih dihadapkan ketidakpastian pasar, ketidakpastian pendapatan, ketidakpastian kesehatan, membuat orang menunggu sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Jadi, pengajuan KPR pasti turun, tapi pastinya jumlahnya belum bisa terhitung,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr pembiayaan rumah
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top