Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belum Dapat Diskon, Yuk Cek ID Pelanggan 450 VA dan 900 Bersubsidi

General Manager PLN UID Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Asaad mengatakan hal itu perlu dilakukan pengecekan agar memastikan apakah warga tersebut memang terdaftar sebagai pelanggan yang berhak mendapatkan subsidi listrik atau tidak.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 07 Mei 2020  |  14:52 WIB
Pelanggan PLN Suluttenggo per Februari 2020 mencapai sekitar 1,6 juta, yang mayoritas merupakan pelanggan rumah tangga sebanyak 1,5 juta pelanggan. /Antara
Pelanggan PLN Suluttenggo per Februari 2020 mencapai sekitar 1,6 juta, yang mayoritas merupakan pelanggan rumah tangga sebanyak 1,5 juta pelanggan. /Antara

Bisnis.com,  JAKARTA – PT PLN (Persero) meminta masyarakat yang masuk golongan tarif bersubsidi 450 VA dan 900 VA dan tidak mendapatkan keringanan tagihan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) untuk mengecek ID pelanggannya. 

General Manager PLN UID Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Ikhsan Asaad mengatakan hal itu perlu dilakukan pengecekan agar memastikan apakah warga tersebut memang terdaftar sebagai pelanggan yang berhak mendapatkan subsidi listrik atau tidak.

Untuk diketahui, di media sosial tengah ramai karena terdapat pelanggan yang mengaku golongan tarifnya berubah dari bersubsidi menjadi non-subsidi ketika pemerintah mengadakan program subsidi listrik selama masa pandemi Covid-19.

"Jadi perlu kita cek mana ID Pel-nya tolong di-share ke kami ID pelanggannya, nomor pelanggannya. Kita juga perlu tahu sejak kapan tarif dia pindah dari subsidi ke non-subsidi," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (6/5/2020) .

Dia menerangkan untuk menentukan suatu pelanggan masuk golongan tarif listrik bersubsidi atau tidak adalah pemerintah melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan bukan dilakukan oleh PLN.

"Jadi yang menentukan pelanggan ini subsidi atau tidak itu bukan kami. Itu adalah pemerintah dalam hal ini ada yang namanya TNP2K," katanya.

Setiap tahunnya, PLN mendapatkan data masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi listrik atau tidak dari TNP2K untuk disurvei.

Survei tersebut dilakukan PLN dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga guna memastikan apakah mereka benar layak mendapatkan subsidi listrik dari pemerintah atau tidak.

"Apakah warga ini memang berhak mendapatkan subsidi, itu tentunya melalui survei. Nah data hasil survei itu kami sampaikan lagi ke TNP2K melalui Kementerian ESDM. Ini lho yang sekiranya berhak mendapatkan subsidi, yang ini enggak," tutur Ikhsan.

Sebelumnya, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka mengatakan untuk pelanggan rumah tangga 450 VA pascabayar akan langsung dibebaskan tagihannya pada bulan April, Mei dan Juni.

Adapun untuk pelanggan pra bayar dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui website PLN www.pln.co.id  Dengan ID tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Untuk diskon tarif untuk pelanggan subsidi 900 VA bagi pelanggan pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada tiap bulannya akan dikurangi 50 persen.

Sementara itu, bagi pelanggan prabayar, token listrik gratis sebesar 50 persen akan diberikan kepada pelanggan, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

"Dan berikut mekanisme pengambilan token gratis untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan diskon 50 persen untuk pelanggan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (2/4/2020).

Melalui website, pelanggan membuka alamat website PLN www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19.

Lalu masukkan ID pelanggan atau nomor meter. Kemudian token gratis akan ditampilkan di layar. Pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID pelanggan.

Selain melalui website, pelanggan juga bisa mengakses melalui WA ke nomor 08122-123-123. Dengan cara membuka aplikasi whatsApp, dan chat ke 08122-123-123. Lalu ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID pelanggan.

Nanti token gratis akan muncul dan pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID pelanggan. Dengan ID Pelanggan tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pelanggan subsidi listrik token listrik
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top