Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina EP Cepu Rampungkan Pemasangan Absorber di Proyek JTB

Sebelumnya, PEPC juga telah berhasil memasang selexol regenerator, yang merupakan alat untuk memisahkan gas asam seperti hidrogen sulfida dan karbondioksida pada 16 April 2020 lalu
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  05:33 WIB
Pertamina EP Cepu Rampungkan Pemasangan Absorber di Proyek JTB
Ilustrasi - Pekerja Pertamina sedang melakukan pengawasan pengerjaan proyek. Istimewa - Pertamina
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina EP Cepu membuat progress baru terkait dengan pengerjaan proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB).

Direktur Utama Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan pihaknya berhasil memasang absorber atau absorber erection yang akan berfungsi sebagai alat pemisah gas alam dengan H2S.

Adapun, pemasangan dilakukan di di lokasi Proyek EPC Gas Processing Facility (GPF) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.

"Kita telah merampungkan pemasangan absorber di proyek ini, dan alat ini cukup penting bagi operasional GPF, karena gas yang dihasilkan akan diproses, dipisahkan dari unsur H2S," ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2020).

Absorber merupakan alat yang digunakan untuk proses absorbsi, yaitu proses penyerapan fluida gas oleh seluruh bagian zat cair sebagai absorben.

Dengan tinggi sekitar 62 meter dari permukaan tanah, absorber yang memiliki berat 550 ton akan dipasang dengan melakukan pre job safety meeting (PJSM) terlebih dahulu. Alat akan dipasang menggunakan boom crane setinggi 90 meter, kapasitas 1350 ton dan 350 ton.

Sebelumnya, PEPC juga telah berhasil memasang selexol regenerator, yang merupakan alat untuk memisahkan gas asam seperti hidrogen sulfida dan karbondioksida pada 16 April 2020 lalu. Pemasangan alat-alat ini menunjukkan tahapan proyek semakin maju.

"Kami selangkah lebih maju lagi, untuk mencapai target on-stream pada tahun 2021. Terutama di masa pandemi Covid-19 ini," ungkapnya.

Proyek JTB merupakan Proyek Strategis Nasional yang dilaksanakan oleh PEPC dan juga mitra kerjanya, RJJ. Di Lapangan JTB terdapat 6 sumur, yakni 4 sumur di Jambaran East dan 2 di Jambaran Central.

Dari sumur-sumur tersebut, PEPC menargetkan untuk memproduksi gas dan kondensat dengan produksi rata-rata raw gas sebesar 315 MMSCFD dan target gas on-stream pada 2021 dengan sales gas sebesar 192 mmscfd.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek pertamina migas Jambaran tiung biru
Editor : David Eka Issetiabudi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top