Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angkutan Logistik Bisa Gunakan Kapal TNI AL

TNI AL sendiri memiliki puluhan kapal angkut jenis Landing Ship Tank (LST) yang bisa mendarat tanpa memerlukan dermaga yang besar.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 April 2020  |  15:13 WIB
ejumlah armada perang milik TNI AL melakukan gladi Sailing Pass di lokasi Sail Tomini, pantai Kayubura, Pelawa Baru, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (16/9).  - Antara
ejumlah armada perang milik TNI AL melakukan gladi Sailing Pass di lokasi Sail Tomini, pantai Kayubura, Pelawa Baru, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (16/9). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas pelayaran khususnya logistik dan perintis dinilai bisa menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut agar tetap mampu menjangkau daerah tertinggal, terpencil, dan terdepan (3T).

Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menuturkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H yang berlaku mulai 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020 untuk semua moda transportasi termasuk transportasi laut, ada pengecualian untuk kapal logistik dan perintis.

Pengecualian itu pun tetap memperhatikan protokol Kesehatan serta mendapat persetujuan dari Gugus Tugas Covid-19 di tempat kapal bersandar dan akan berlabuh. Namun, hal ini memunculkan kekhawatiran mengenai pemutusan pandemi Covid-19, khususnya di daerah-daerah tertinggal, terpencil, dan terdepan (3T).

Dia mengusulkan agar pelayaran sipil dalam bentuk apapun dihentikan seluruhnya. Menurutnya  pengangkutan logistik, pemerintah bisa menggunakan kapal milik TNI AL.

“Di negara ini ada belasan Lantamal dan puluhan Lanal yang tersebar hampir di seluruh pelosok negeri. Apa tidak bisa transportasi logistik antarpulau dan angkut penumpang dilakukan oleh kapal-kapal TNI AL? Kapal komersial lebih baik istirahat seratus persen,” katanya melalui siaran pers Selasa (28/4/2020).

Menurutnya hal itu sudah sesuai dengan ketentuan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam misi kemanusiaan. TNI AL sendiri memiliki puluhan kapal angkut jenis Landing Ship Tank (LST) yang bisa mendarat tanpa memerlukan dermaga yang besar.

Kapal TNI AL dapat dioperasikan atau menggunakan Pesawat Hercules milik TNI AU, saya yakin mereka mampu dan sudah memiliki anggarannya.

Dia lebih lanjut menyatakan Namarin sangat khawatir dengan tetap beroperasinya kapal komersial di tengah pandemi ini.

“Sepertinya mereka tengah berusaha mengakali peraturan yang sudah ditetapkan. Karenanya, pimpinan TNI AL saya kira langsung bisa ambil inisiatif," tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top