Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLN Tak Punya Kemampuan Beri Keringanan Pelanggan 1.300 VA

Jumlah konsumen daya R1 900 VA mampu mencapai 22,7 juta pelanggan, sementara kosumen 1.300 VA ada sebanyak 11,7 juta konsumen.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 22 April 2020  |  13:37 WIB
Petugas memasang kabel tegangan tinggi di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Petugas memasang kabel tegangan tinggi di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PLN akhirnya memberikan tanggapan tegas terkait permintaan diskon listrik pelanggan 900 VA non subsidi dan 1.300 VA.

Direktur Utama PT PLN (persero) Zulkifli Zaini mengatakan pelanggan 900 VA terbagi 2 jenis pelanggan bersubsidi dan non subsidi dimana untuk yang subsidi yang difokuskan dalam keputusan pemerintah untuk mendapatkan diskon 50 persen.

"Namun, untuk pelanggan 900 VA non subsidi belum ada insentif dan 1.300 VA belum ada kebijakan keringanan dari pemerintah," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (22/4/2020).

Zulkifli menuturkan apabila dimasa mendatang, pemerintah membuat keputusan kebijakan program stimulus untuk 900 VA mampu dan 1.300 VA tersebut pasti akan dilaksanakan.

"Kalau PLN melakukannya dengan kemampuan keuangan PLN sendiri itu akan sulit. Kami enggak memiliki kemampuan keuangan untuk bisa memberikan insentif," katanya.

Saat ini, jumlah pelanggan daya R1 900 VA mampu mencapai 22,7 juta pelanggan dengan rekening bulanan Rp143.590. Lalu untuk pelanggan 1.300 VA ada sebanyak 11,7 juta pelanggan dengan rekening bulanan Rp221.631.

"Jadi, apabila mau direncanakan insentif 900 VA non bersubsidi ini, jumlah pelanggan 22,7 juta dikalikan dengan rekening bulanan Rp143.590 mencakup Rp9 triliun. Untuk 1.300 VA sekitar Rp7,4 triliun," ucapnya.

Apabila direncanakan pemberian insentif 900 VA mampu dan 1.300 VA, PLN harus menyediakan dana mencapai Rp16,9 triliun per bulan. Dengan besarnya dana tersebut, Zulkifli mengakui keuangan PLN tak mampu.

"Kami harus menyediakan uang Rp16,9 triliun per bulan itu barang tentu di luar kemampuan PLN, hanya pemerintah lah yang bisa melaksanakan itu," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik diskon
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top