Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PPh Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Luar Negeri Bakal Tertunda

Pemerintah tampaknya masih akan menunggu kesepakatan solusi jangka panjang dari negara-negara G20 sebelum mengenakan jenis pajak tersebut.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 22 April 2020  |  16:14 WIB
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo. Bisnis - Abdullah Azzam
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pengenaan pajak penghasilan (PPh) atas perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) luar negeri belum akan terealisasi dalam waktu dekat.

Pasalnya, pemerintah tampaknya masih akan menunggu kesepakatan solusi jangka panjang dari negara-negara G20 sebelum mengenakan jenis pajak tersebut.

"Ini yang sedang dirumuskan bersama oleh para peserta, saat ini sedang kami rumuskan dan berkonsultasi dengan working group G20 ini," kata Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo, Rabu (22/4/2020).

Seperti diketahui, pengenaan PPh atas PMSE luar negeri dimungkinkan denngan menetapkan PMSE luar negeri sebagai badan usaha tetap dan dikenai PPh berlandaskan pada prinsip significant economic presence.

Apabila PPh tidak dapat dikenakan karena adanya ganjalan pada P3B, maka pemerintah akan mengenakan pajak transaksi elektronik (PTE).

Meski sudah diwacanakan sejak lama dalam Omnibus Law Perpajakan dan tertuang dalam Perppu No. 1/2020, hingga saat ini belum ada aturan turunan dari ketentuan ini.

Merujuk pada Perppu No. 1/2020, PTE akan diatur lewat PP, sedangkan ketentuang mengenai significant economic presence akan diatur lewat PMK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pph transaksi elektronik
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top