Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Sektor Konstruksi Triwulan II Diprediksi Melambat

Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) memprediksi realisasi investasi di sektor konstruksi pada triwulan II/2020 melambat karena terdampak Covid-19.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 20 April 2020  |  19:40 WIB
Pekerja beraktifitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) belum berencana melakukan moratorium atau menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi yang padat karya meski jumlah kasus virus corona atau Covid-19 terus meningkat. PUPR masih menyusun protokol khusus proyek konstruksi dan akan segera diterbitkan. Bisnis - Abdurachman
Pekerja beraktifitas di proyek LRT Jabodetabek di Jakarta, Rabu (18/3/2020). Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) belum berencana melakukan moratorium atau menghentikan sementara pekerjaan proyek konstruksi yang padat karya meski jumlah kasus virus corona atau Covid-19 terus meningkat. PUPR masih menyusun protokol khusus proyek konstruksi dan akan segera diterbitkan. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) memprediksi realisasi investasi di sektor konstruksi pada triwulan II/2020 melambat karena terdampak Covid-19.

Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan sektor konstruksi menempati posisi kedua penyumbang tertinggi untuk realisasi investasi PMDN dengan Rp14,1 triliun.

Sekjen AKI Joseph Pangalila mengatakan sektor konstruksi kemungkinan menyumbang dari proyek-proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) seperti pelabuhan laut dan udara. Namun, untuk periode triwulan II/2020 atau April-Juni, pihaknya memprediksi akan ada perlambatan.

"Perkiraan saya semua sektor pembangunan akan slow down di triwulan kedua karena Covid karena harus ikut protokol Covid-19, sehingga jumlah yang bekerja juga berkurang, produktivitas juga berkurang, supply chain juga terhambat," jelasnya kepada Bisnis, Senin (20/4/2020).

Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan di tengah kondisi pandemi Covid-19, sektor PMA memang tertekan karena masing-masing negara dalam posisi menunggu terutama untuk impor bahan baku sehingga pasokan juga terhenti.

Lebih lanjut, untuk PMDN di sektor konstruksi perlu ada insentif dalam konteks sisi kebutuhan seperti pinjaman dan bantuan program. "Jadi PMDN juga harus didukung dengan sektor finansial, kebijakan di aspek finansial untuk dukung peningkatan di daya beli, dari penanaman investasi kita dukung, tapi dari sisi fiskal dan finansial harus memback-up kondisi yang kondusif ke depannya," katanya.

Dia mengatakan setelah berlalunya Covid-19, diperlukan sektor untuk menggerakan pemulihan dari sisi investasi seperti pariwisata. "Mudah-mudahan ketika pariwisata berkembang, berdampak pada infrastruktur dan perhubungan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jasa konstruksi investasi properti covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top