Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Percepatan Pelaksanaan Stimulus untuk UMKM Dibutuhkan

Percepatan eksekusi penyaluran dan realisasi stimulus bagi kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dibutuhkan untuk menanggulangi tekanan yang lebih besar dari wabah corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 April 2020  |  09:47 WIB
Pengunjung melihat produk UMKM di Jakarta, belum lama ini. Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melihat produk UMKM di Jakarta, belum lama ini. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah didesak mempercepat penyaluran dan realisasi stimulus bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) guna menanggulangi wabah corona.

Anggota DPR RI Fraksi PKS Junaidy Auly mengatakan salah satu langkah yang perlu segera ditempuh pemerintah adalah mempercepat relaksasi pajak bagi UMKM, yang bernilai 0,5 persen.

“Jika memungkinkan, UMKM bisa bebas pajak hingga tahun depan. Tahun lalu PPh final UMKM mencapai Rp4,8 triliun," kata Junaidi Auly seperti dikutip dari Antara, Senin (20/4/2020).

Selain itu, ujar dia, pemerintah juga perlu mempercepat restrukturisasi dan subsidi bunga kredit UMKM Dia berpendapat bahwa suku bunga KUR untuk UMKM ditetapkan 6 persen dan peluang restrukturisasi dan subsidi bunga akan membantu  kelompok usaha tersebut pada saat pandemic corona.

"Apalagi beberapa UMKM hampir nihil penjualan," kata Anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Junaidi menegaskan bahwa perlu segera dilakukan upaya-upaya untuk menahan dampak ekonomi agar tidak terjerembab ke resesi.

Salah satu komponen ekonomi yang harus dijaga pemerintah, lanjutnya, adalah UMKM yang juga merupakan penopang ekonomi Indonesia.

"Lihat saja porsinya terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) yang mencapai 61 persen, terhadap penyerapan tenaga kerja 97 persen, terhadap investasi 60 persen dan terhadap ekspor sekitar 14 persen. Untuk itu tidak bisa ditawar lagi bahwa stimulus harus disalurkan ke sektor UMKM," paparnya.

Sebelumnya Kementerian Koperasi dan UKM memberikan sejumlah stimulus terintegrasi dengan kementerian lainnya untuk memitigasi dampak Covid-19 terhadap pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah serta ultra mikro.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik memaparkan bahwa stimulus yang diberikan itu mulai dari dukungan pembiayaan, seperti relaksasi kredit usaha mikro dan ultra mikro, hingga peluncuran program belanja di warung tetangga.

"Kami memberikan stimulus pinjaman baru untuk usaha mikro dan ultra mikro. Mereka yang sudah masuk atau sebelumnya sudah meminjam, perlu ada relaksasi, tapi di saat yang sama juga memulai usaha baru, perlu untuk pinjaman baru," kata Riza.

Riza menjelaskan Kemenkop UKM juga memberikan stimulus pinjaman lunak kepada koperasi dengan anggaran Rp2 triliun melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi UMKM.

Kemudian, Pemerintah juga segera meluncurkan program belanja di warung tetangga sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat terhadap produk UMKM sekaligus mempermudah memasok kebutuhan sehari-hari masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Program ini bekerja sama dengan Bulog dan 9 klaster pangan BUMN meliputi RNI, Berdikari, Perindo, Perinus, PT Garam, BGR, PPI, SHS, dan Pertani.

"Kami sudah menguji coba, per hari ini sekitar 30 sampai 50 warung. Target kami sampai 100 warung diuji coba, baru setelah itu akan diluncurkan," kata Riza.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm stimulus kemenkop

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top