Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terdampak Corona, AKR Land Development Relaksasi Penyewa Gedung Perkantoran

Keringanan tersebut agar para penyewa gedung perkantoran tidak terlalu terbebani akibat Covid-19.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 19 April 2020  |  14:40 WIB
Deretan gedung bertingkat terlihat dari ketinggian di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (26/12/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat
Deretan gedung bertingkat terlihat dari ketinggian di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (26/12/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang properti AKR Land Development memberikan relaksasi kepada penyewa gedung perkantoran yang terdampak virus corona jenis baru (Covid-19).

Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus mengatakan keringanan tersebut dimaksudkan agar para penyewa gedung perkantoran tidak terlalu terbebani akibat Covid-19.

Hal ini lantaran sejumlah daerah termasuk DKI Jakarta telah menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berdampak pada tutupnya aktivitas perkantoran untuk sementara waktu.

"Kami saat ini menghadapi beberapa keluhan dari penyewa untuk negosiasi terutama penyewa yang bersifat jangka pendek," katanya kepada Bisnis, Minggu (19/4/2020).

Menurut dia, pihaknya telah mencari jalan keluar untuk mengatasi hal tersebut. Lagi pula, ketidakpastian waktu kapan aktivitas kembali normal menyebabkan pemilik gedung maupun penyewa sama-sama menghadapi situasi sulit. 

Alvin mengatakan bahwa masalah saat ini adalah biaya pemasukan terbilang minim, akan tetapi biaya yang keluar terus berjalan. Untuk itu, pihaknya memberikan relaksasi pembayaran ke penyewa gedung agar arus kas tetap terjaga.

"Alternatif sewa dan service charge dibayarkan 50 persen selama tiga bulan pertama, namun sisanya tetap harus dibayarkan dalam periode berikutnya. Hal ini bertujuan meringankan arus kas kedua belah pihak," ujar Alvin.

Dia mengatakan bahwa di saat kondisi sekarang ini subsektor perkantoran maupun komersial dinilai terdampak cukup parah. Banyak kegiatan bisnis yang tidak berjalan sebagaimana semestinya di tengah adanya PSBB yang berujung pada seretnya perputaran arus kas pengembang maupun penyewa gedung.

Dengan tidak seimbangnya perputaran arus kas tersebut, maka tidak heran ada penyewa gedung perkantoran yang sampai merumahkan karyawannya, bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sebelumnya, konsultan properti Colliers International Indonesia memperkirakan harga sewa dan beli properti perkantoran bakal mengalami tekanan yang cukup dalam sepanjang 2020 ini. 

Riset Colliers pada kuartal I/2020 mencatat rata-rata harga sewa properti perkantoran di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) berada di posisi Rp270.859 per meter persegi atau turun 7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adapun, Colliers memperkirakan rata-rata harga penawaran sewa di area CBD pada akhir 2020 kemungkinan turun sampai 3,5 persen dibandingkan pada 2019.

Penurunan harga yang kemungkinan terjadi tahun ini akan menjadi yang terbesar dalam 3 tahun terakhir. Colliers juga memperkirakan harga sewa kantor di luar CBD kemungkinan bisa turun sampai 7 persen pada akhir 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gedung perkantoran AKR Land Development
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top