Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Ganggu Cashflow, Pembayaran Cukai Bisa Ditunda Hingga 90 Hari

Lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 30/2020, pemerintah memberikan relaksasi berupa penundaan pembayaran cukai selama 90 hari. 
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 16 April 2020  |  15:16 WIB
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi memberikan paparan dalam konferensi pers terkait ketentuan impor barang kiriman di Jakarta, Senin (17/9/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi memberikan paparan dalam konferensi pers terkait ketentuan impor barang kiriman di Jakarta, Senin (17/9/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam rangka menjaga keberlangsungan industri, pemerintah memberikan relaksasi pembayaran cukai.

Lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 30/2020, pemerintah memberikan relaksasi berupa penundaan pembayaran cukai selama 90 hari. 

Penundaan ini berlaku untuk pemesanan pita cukai yang diajukan oleh pengusaha pada 9 April hingga 9 Juli 2020. Dalam ketentuan normalnya, penundaan pembayaran cukai hanya dimungkinkan selama 2 bulan.

Kebijakan ini digulirkan mengingat adanya ganggung logistik barang kena cukai (BKC) di pasaran akibat wabah Covid-19.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Syarif Hidayat mengatakan relaksasi ini bisa membantu cashflow perushaan di tengah wabah.

"Keberlangsungan industri sangat diperlukan untuk mengatasi terhambatnya penyediaan logistik dan penyerapan tenaga kerja agar tidak terjadi PHK," kata Syarif, Kamis (16/4/2020).

Bea Cukai berkomitmen untuk tetap melayani masyarakat 24 jam/7 hari dan tetap menjalankan fungsi pengawasan untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya dan peredaran barang ilegal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bea Cukai cukai phk
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top