Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19 Batalkan Ekspor Produk Kerajinan dan Furnitur

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyebut tak hanya pembatalan order tetapi juga terjadi penangguhan pembelian hingga 70 persen.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 16 April 2020  |  13:44 WIB
Perajin menyelesaikan pembuatan kursi berbahan rotan di sentra industri rotan Desa Trangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (8/1/19). - ANTARA/Maulana Surya
Perajin menyelesaikan pembuatan kursi berbahan rotan di sentra industri rotan Desa Trangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (8/1/19). - ANTARA/Maulana Surya

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian mencatat imbas krisis virus corona atau Covid-19 dalam kegiatan ekspor industri kecil menengah (IKM) furnitur dan kerajinan terpangkas berkisar 3 persen -5 persen.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyebut tak hanya pembatalan order tetapi ada juga terjadi penangguhan pembelian hingga 70 persen.

Untuk itu, sebagai salah satu upaya pemerintah akan menugaskan petugas Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (Indonesian Trade Promotion Center/ITPC) dan atase perdagangan untuk memberikan pengumuman kepada para pembeli yang mengimpor furnitur dan craft dari Indonesia agar ordernya tidak dibatalkan.

"Dengan kondisi saat ini di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar di sejumlah wilayah, kami akan mengawal pelaku IKM furnitur dan kerajinan dalam negeri agar tetap produktif hingga lancar proses pengapalan produknya," katanya melalui siaran pers, Kamis (16/4/2020).

Gati mengemukakan berhentinya aktivitas operasional pelabuhan di negara tujuan ekspor juga menjadi salah satu kendala IKM tanah air di sektor furnitur dan kerajinan.

Akibatnya, aktivitas ekspor menurun siginifikan yang membuat cash flow perusahaan terganggu hingga mengakibatkan kredit yang dibayarkan berpotensi mengalami kemacetan.

Padahal, selama ini IKM furnitur dan kerajinan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional melalui capaian nilai ekspornya.

Merujuk neraca perdagangan industri furnitur yang mengalami surplus pada Januari 2020, dengan nilai ekspor sebesar US$113,36 juta. Adapun nilai ekspor tersebut, naik 8,2 persen dibandingkan dengan capaian pada Desember 2019.

Sepanjang tahun lalu, nilai ekspor furnitur nasional menembus hingga US$1,69 miliar atau naik 4 persen dibanding perolehan tahun sebelumnya.

Industri kerajinan di Indonesia jumlahnya cukup banyak, yakni lebih dari 700.000 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,32 juta orang.

Gati menambahkan pandemi Covid-19 juga memberikan dampak terhadap ketersediaan dan harga bahan baku bagi pelaku IKM furnitur dan kerajinan mengalami kenaikan akibat volume impor yang menurun.

Sementara itu, perusahaan IKM mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan pembatasan sosial atau social distancing. Hal ini kemudian mengakibatkan perusahaan memangkas produksinya dan membatasi jumlah karyawan yang bekerja.

"Dengan kondisi tersebut, IKM furnitur dan kerajinan meminta adanya penjadwalan ulang pembayaran kredit bank selama satu tahun, dan reschedule bunga kredit hingga enam bulan dan pembayaran dilakukan setelah enam bulan dengan bunga nol persen," ujarnya.

Tak hanya itu, industri juga meminta pemberian pinjaman lunak bagi IKM dengan bunga lebih rendah dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Adapun untuk mengatasi persoalan ketersediaan bahan baku, IKM meminta agar program Material Center direalisasikan, kemudahan mendapatkan bahan baku dan penolong dari pabrik, hingga pembebasan bea impor bahan baku dan penunjang untuk sektor IKM furnitur dan kerajinan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor mebel furnitur kemenperin
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top