Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Imbas Corona, Hotel di Bali Tawarkan Paket ‘Ngekos’ Sebulan  

Industri pariwisata yang terpukul oleh wabah corona, membuat para pengusaha perhotelan di Bali mengubah strategi bisnisnya.
Luh Putu Sugiari
Luh Putu Sugiari - Bisnis.com 02 April 2020  |  16:22 WIB
Ilustrasi hotel
Ilustrasi hotel

Bisnis.com, DENPASAR — Mewabahnya virus corona yang menekan industri pariwisata, membuat sejumlah hotel di Bali memutuskan mengubah konsep bisnisnya menjadi ‘kos mewah’ dengan menawarkan harga murah untuk menginap sebulan.

Berdasarkan penelusuran Bisnis,Kamis (2/4/2020) lokasi hotel yang menawarkan paket ini tersebar di Seminyak, Kuta hingga Nusa Dua.

Sementara itu, penawaran konsep ‘ngekos’ tersebut marak di dunia maya dengan harga paket mulai dari Rp2 juta hingga Rp8 juta per bulan. Namun demikian, tidak semua hotel tersebut memberikan fasilitas penuh seperti ketika menginap dengan harga normal. 

Ada pihak hotel yang memasukkan layanan makan pagi dalam paket yang ditawarkan. Namun, sebagian besar tidak memasukkan layanan makan pagi. Pengunjung hanya mendapatkan fasilitas wifi, serta akses kolam renang, serta harga potongan 20 persen untuk pembelian makanan dan minuman.

Meskipun fasilitas yang diperoleh tidak penuh, harga yang harus dibayarkan tamu hotel jauh lebih murah jika dibandingkan dengan membayar penuh pada periode normal. Berdasarkan penelusuran Bisnis, hotel-hotel yang menawarkan paket tersebut, menjual harga kamar termurah kisaran Rp800.000 per malam.

Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali I Nyoman Astama mengatakan, fenomena ini merupakan bentuk kreativitas manajemen hotel di Pulau Dewata menghadapi tekanan akibat wabah corona.

Menurutnya, paket harga sangat murah tersebut tidak mungkin ditujukan untuk wisatawan luar Bali bahkan luar negeri. Dengan adanya kebijakan pengetatan pintu masuk, paket seperti itu akan sangat sulit menarik minat pihak luar kecuali warga di Bali.

“Kalau melihat situasi sekarang, itu target market lokal yang mau isolasi mandiri. Mungkin itu mereka berpromosi,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (2/4/2020).

Dia menegaskan paket super murah tersebut juga tidak akan cukup untuk menutupi biaya operasional perusahaan.

Astama menyatakan biaya operasional hotel kisaran 50 persen dari rata-rata pendapatan per bulan. Dengan tingkat okupansi hotel di Bali yang rata-rata di bawah 10%, maka tawaran paket tersebut diperkirakan hanya merupakan upaya pengelola untuk menjaga hotel tetap terisi.

“Itu salah satu usaha mereka memberikan sumbangsih kepada warga lokal dengan paket kreatif sehingga bagi mereka lakukan isolasi,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel pariwisata Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top