Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Minuman Ringan Masih Mengkaji Dampak Covid-19 

Industri minuman ringan mengaku cukup tertekan oleh mewabahnya corona. Namun, asosiasi masih menghitung potensi dampak negatif dari wabah tersebut.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  19:05 WIB
Pekerja menyusun aneka jenis minuman kaleng di salah satu grosir penjual makanan dan minuman kemasan di Pekanbaru, Riau, Senin (12/6). - Antara/Rony Muharrman
Pekerja menyusun aneka jenis minuman kaleng di salah satu grosir penjual makanan dan minuman kemasan di Pekanbaru, Riau, Senin (12/6). - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, JAKARTA — Industri Minuman Ringan memastikan masih akan mengukur dampak wabah covid-19 yang melanda Tanah Air.

Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Pridjosoesilo mengatakan dari sisi industri dampak adanya kebijakan bekerja dari rumah memberi konsekuensi pada perubahan pola belanja masyarakat yang saat ini meningkat melalui daring. 

Sementara dari sisi penjualan, Triyono memastikan, industri masih akan melihat dari periode Ramadan dan Lebaran yang akan dimulai akhir April ini. 

"Kalau produksi sejak Januari sudah meningkatkan untuk stok Ramadan dan Lebaran, di modern market awal maret memang meningkat tetapi kami masih akan pastikan ini akan berlanjut atau tidak," katanya kepada Bisnis, Minggu (29/3/2020).

Triyono menambahkan saat ini yang terpenting bagi industri adalah menjaga siklus kinerja tetap berjalan meski dengan berbagai pembatasan yang ada. Termasuk di pabrik, pihaknya pun menjamin produksi masih berjalan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dengan protokol keamanan dan kesehatan yang diberlakukan. 

Pastinya, menurut Triyono, kuartal II/2020 ini akan menjadi masa yang paling menekan bagi industri. Meski menurutnya, sejumlah jenis minuman ringan akan mengalami kenaikan dengan kondisi saat ini.

"Sekali lagi ini juga hanya asumsi kami masih melihat pastinya apa yang negatif dan mana yang positif, tetapi kami rasa minuman dengan berbagai kandungan manfaat kesehatan dan stamina akan meningkat seperti jus dan susu," ujarnya.

Menurut Triyono, pada masa sekarang ini pengusaha juga sepakat untuk melupakan target di awal. Proyeksi pemerintah saja pertumbuhan produk domestik bruto atau PDB masyarakat bisa jadi di angka 0 persen jika kondisi ke depan semakin parah. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona industri minuman ringan
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top