Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suntikan Likuiditas Dorong Transformasi Singapore Airlines

Rencananya, Singapore Airlines Limited akan menawarkan kepada semua pemegang saham ekuitas baru senilai 5,3 miliar dolar Singapura.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  19:31 WIB
Pesawat Boeing 787-10 milik maskapai Singapore Airlines tiba di Bandar Udara Changi Singapura, Rabu (28/3). Pesawat tersebut produksi pabrik di North Charleston, South Carolina. - JIBI/Saeno Abdi
Pesawat Boeing 787-10 milik maskapai Singapore Airlines tiba di Bandar Udara Changi Singapura, Rabu (28/3). Pesawat tersebut produksi pabrik di North Charleston, South Carolina. - JIBI/Saeno Abdi

Bisnis.com, JAKARTA - Singapore Airlines menempuh pendanaan baru melalui rights issue untuk mendukung sumber daya dalam mengatasi tantangan pandemi virus corona atau Covid-19.

CEO Temasek International, pemilik saham mayoritas SIA, Dilhan Pillay Sandrasegara mengakui dampak Covid-19 pada industri perjalanan global belum pernah terjadi sebelumnya.

SIA, sebutnya, mengalami pertumbuhan yang kuat sebelum pandemi ini terjadi dan juga telah berkomitmen untuk memperbarui armada sebagai bagian dari perjalanan transformasinya.

Rencananya, Singapore Airlines Limited akan menawarkan kepada semua pemegang saham ekuitas baru senilai 5,3 miliar dolar Singapura dan akan meningkatkan ekuitas hingga bernilai sebesar 9,7 miliar dolar Singapura melalui Obligasi Konversi selama 10 tahun menghadapi ketidakpastian dari virus corona.

Transaksi ini tidak hanya akan membantu SIA dalam mengatasi tantangan likuiditas keuangan jangka pendek, tetapi juga akan memposisikan SIA untuk pertumbuhan di luar masa pandemi.

“Kami sepenuhnya mendukung rencana transformasi SIA, termasuk modernisasi armadanya. Pengiriman pesawat generasi baru selama beberapa tahun ke depan akan memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik serta memenuhi strategi ekspansi kapasitasnya," jelasnya melalui keterangan resmi, Jumat (27/3/2020).

Sektor penerbangan adalah pilar utama ekonomi Singapura, mendukung lebih dari 12 persen Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut dan menyediakan 375.000 lahan pekerjaan.

SIA Group adalah jantung dari ekosistem penerbangan, dengan SIA, SilkAir dan Scoot bertanggung jawab atas lebih dari setengah jumlah penumpang yang terbang masuk dan keluar dari Bandara Changi.

Sementara itu, Chairman SIA Peter Seah menyampaikan komitmen dan dukungan kuat dari staf dan serikat pekerja sangat luar biasa dalam upaya untuk mengatasi krisis ini.

"Kami berbesar hati melihat staf kami melakukan segalanya yang mereka bisa, dalam masa-masa paling sulit ini, untuk memberi dukungan kepada para pelanggan dan mempertahankan operasional,"jelasnya.

Peter melanjutkan juga telah bekerja sama secara terus menerus dengan pemerintah Singapura untuk membawa pulang warga Singapura dengan selamat.

Pada saat yang sama, maskapai asal negeri singa tersebut juga bekerja dengan berbagai pihak agar memungkinkan bagi staf mereka yang sedang dalam cuti tanpa gaji agar memiliki peluang untuk memperoleh pendapatan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue singapore airlines Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top