Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Merebak, Pembangunan Huntap di Palu Jalan Terus

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap melanjutkan pembangunan proyek hunian tetap atau Huntap di Palu dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan di tengah pandemi Corona.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  21:51 WIB
Proyek Hunian Tetap (Huntap) di Palu, Sulawesi Tengah yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat - Dokumen Kementerian PUPR.
Proyek Hunian Tetap (Huntap) di Palu, Sulawesi Tengah yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat - Dokumen Kementerian PUPR.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi pembangunan Hunian Tetap di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 sehingga para pekerja dapat bekerja dengan aman dan sehat.

"Penyemprotan disinfektan pada lokasi pekerjaan huntap merupakan kebijakan pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan proyek dan merupakan instruksi langsung Dirjen Perumahan Kementerian PUPR," ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah, Rezki Agung melalui keterangan resmi, Kamis (26/3/2020).

Rezki menjelaskan, proses pelaksanaan penyemprotan disinfektan tersebut dilaksanakan oleh SNVT Perumahan Sulteng dan PT Wijaya Karya selaku kontraktor pelaksana pembangunan Huntap bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palu.

“Penyemprotan ini juga dilakukan untuk memastikan pekerja yang masih harus datang ke lokasi merasa aman dan tidak khawatir dengan lingkungan tempat bekerja. Kami berharap pembangunan Huntap ini tetap sesuai target yang telah kami rencanakan,” katanya.

Penyemprotan disinfektan dilakukan di beberapa area meliputi ruang kerja, toilet, mushola, gudang tempat penyimpanan material bangunan dan alat pelindung diri (APD), rumah contoh, ruang rapat, dan tempat istirahat para pekerja.

Lebih lanjut, Rezki menerangkan, sampai saat ini perkembangan progres Huntap di lokasi Desa Duyu telah mencapai 38,4 persen dan di Desa Pombewe sekitar 11,2 persen. Jumlah tenaga kerja yang bekerja di lokasi pembangunan Huntap di Duyu 204 orang dan Pombewe 104 orang.

"Kami terus berupaya mempercepat proses pembangunan Huntap agar para pengungsi bisa segera menempati rumah ini," ujarnya.

Rezki menambahkan, pihaknya akan terus memantau kesehatan para pekerja di lokasi pembangunan. Kementerian PUPR juga telah membentuk Satgas Pencegahan Covid-19 di lingkungan SNVT Perumahan Sulteng berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satgas Pelaksanaan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Pasca Gempa Bumi dan Tsunami Sulawesi Tengah Dedy Permadi.

"Saat ini kami masih terus melakukan pekerjaan pembangunan di area lokasi pembangunan. Apabila nanti kami menemukan ada pekerja yang kurang sehat dan ditemukan pekerja yang diduga terjangkit virus Corona, maka kami dan tim Satgas Pencegahan Covid-19 di Sulteng akan langsung menghentikan seluruh pekerjaan dan melakukan tes ke semua pekerja dan orang yang terlibat langsung dalam pembangunan Huntap ini," tegas Rezki.

Rezki juga meminta seluruh tim SNVT Perumahan Sulteng untuk tetap menjalin kerja sama dan koordinasi dengan mitra kerja dan Tim Satgas maupun dengan stakeholder terkait. Hal itu dilakukan agar apa yang menjadi prioritas dalam tugas Tim Satgas ini dapat dicapai dengan baik di lapangan.

Beberapa langkah pencegahan Covid-19 di lokasi proyek konstruksi pembangunan Huntap yang dilaksanakan antara lain meminta pihak kontraktor untuk wajib menyediakan fasilitas pencegahan Covid-19 seperti alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer, dan masker. Selanjutnya, pihak kontraktor wajib melakukan penyemprotan disinfektan sarana dan prasarana kantor, serta lapangan dan mengedukasi seluruh pekerja terkait antisipasi Covid-19

"Kami juga meminta kontraktor wajib mengukur suhu semua pekerja di setiap shift serta membuat kerjasama penanganan suspect Covid-19 dengan Rumah Sakit atau Puskesmas setempat. Jika ada suspect Covid-19 di lokasi proyek pembangunan, maka kontraktor wajib menghentikan proyek sementara waktu," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hunian Virus Corona Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top