Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KemenPUPR: 630 Unit Huntap di Palu Ditargetkan Rampung April 2020

Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR menargetkan pembangunan hunian tetap atau Huntap tahap pertama bagi korban bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah, dapat selesai pada April 2020 mendatang.
Penyintas gempa bumi dan likuifaksi bersantai di depan Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (6/1/2019)./ANTARA-Basri Marzuki
Penyintas gempa bumi dan likuifaksi bersantai di depan Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (6/1/2019)./ANTARA-Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR menargetkan pembangunan hunian tetap atau Huntap tahap pertama bagi korban bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah, dapat selesai pada April 2020 mendatang.

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah Ditjen Penyediaan Perumahan KemenPUPR Rezki Agung mengatakan bahwa target itu untuk penyelesaian Huntap di dua daerah yakni Kelurahan Duyu Kota Palu dan Desa Pombewe Kabupaten Sigi. 

"Total pembangunan Huntap tahap pertama adalah 630 unit yakni di Pombewe sebanyak 400 unit dan Duyu 230 unit,” katanya dikutip laman resmi KemenPUPR, Minggu (23/2/2020).

Untuk mencapai target itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana pembangunan Huntap yakni PT Wijaya Karya Beton. 

Selain itu, juga memerintahkan seluruh tim untuk bekerja dengan maksimal salah satunya dengan menggunakan tenaga kerja yang ahli di bidangnya serta memanfaatkan waktu dengan baik agar hunian tersebut cepat selesai.

Kementerian PUPR tengah berupaya membangun Huntap bagi masyarakat di Palu Sulawesi Tengah yang terdampak bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018 silam. 

Pembangunan Huntap menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) yang dikembangkan oleh Puslitbangkim.

Adapun tipe yang akan dibangun berukuran tipe 36, yang dibangun di atas tanah seluas 150 meter persegi yakni berukuran 10 x 15 meter. 

Pemanfaatan teknologi Risha yang menggunakan panel dari beton diharapkan dapat membuat hunian tersebut lebih tahan terhadap guncangan gempa.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ilham Budhiman
Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper