Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Social Distancing, Apa Dampaknya untuk Pertambangan?

Terdapat sejumlah pengaturan khusus untuk mengantisipasi penyebaran virus wilayah operasional pertambangan. Aturan itu dimulai saat karyawan berangkat menggunakan bis, pengaturan antri bisnya diberi jarak, masuk ke bis dan di dalam bisnya jumlah penumpang juga dibatasi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  04:12 WIB
Ilustrasi - Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Ilustrasi - Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -  Wabah virus corona atau Covid-19 yang telah menjadi pandemi dunia  telah mengganggu perekonomian di banyak di negara. Untuk meminimalisir dampak, pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan social distancing. Bagaimana dampak kebijakan ini terhadap industri pertambangan di Indonesia?

Direktur Utama PT J Resources Asia Pasifik, Tbk (PSAB) Edi Permadi mengatakan kebijakan jaga jarak atau social distancing yang diterapkan pemerintah masih memberi peluang pada tambang untuk beroperasi. Namun, operasional harus dijalankan dengan metodologi safety standard terkait tambahan risiko yang mungkin timbul akibat wabah  corona.

Menurut Edi, terdapat sejumlah pengaturan khusus untuk mengantisipasi penyebaran virus wilayah operasional pertambangan. Aturan itu dimulai saat karyawan berangkat menggunakan bis, pengaturan antri bisnya diberi jarak, masuk ke bis dan di dalam bisnya jumlah penumpang juga dibatasi.

"Posisi duduk pun diatur sedemikian rupa supaya jarak antar penumpang lebih dari 1 meter," ujar  Edi dalam keterangan tertulis Rabu (25/03/2020).

Pada saat karyawan tiba di lokasi kerja, kembali dilakukan pengaturan. Pekerja turun dari bis diatur jarak antar karyawan. Begitu pula saat mengantri absen dan security checking. Upaya pemeriksaan security yang disesuaikan  untuk menjaga tidak ada kontak fisik. Selain itu pekerja juga dilakukan pemeriksaan suhu badan.

Bila karyawan temperaturnya di atas 37,3 derajat celcius atau batuk/pilek serta radang tenggorokan maka disarankan untuk cek lanjut ke dokter perusahaan. Bila ada indikasi mengarah kepada Covid 19 maka perlu ada mekanisme isolasi pribadi atau langsung ke rumah sakit bila mengkhawatirkan.

Selain itu, perusahaan juga menyediakan hand sanitizer di setiap titik agar karyawan dapat jangkau atau sabun untuk mencuci tangan.

"Sangat disarankan pada kondisi sekarang ini setiap karyawan menggunakan masker standard medis selama dalam bis atau mengantri," ucapnya.

Safety meeting perlu ditinjau ulang dalam hal jarak antar karyawan dan tetap harus dilakukan. Pada saat rapat di ruangan sangat disarankan tetap jaga jarak antar peserta rapat diruangan.

"Video conference sangat disarankan bila memungkinkan. Hindari berkumpulnya karyawan di mading atau pengumuman, atau juga di tempat makan atau rekreasi pada saat setelah bekerja," tuturnya.

Selain itu, pemberian makan di antar dalam kotak dibandingkan makan bersama di kantin atau mess. Urusan ibadah pun juga diberi imbauan untuk tetap tetap menjaga jarak.

"Sholat jumat sebaiknya digantikan dengan sholat zuhur dalam kondisi sekarang ini dan semoga level penyebaran Covid ini bisa segera berkurang sehingga bisa Sholat Jumat kembali dan juga Ibadah Kebaktian bersama," ucap Edi.

Perusahaan kata Edi juga terus mengimbau agar karyawan sering mencuci tangan dengan sabun atau dengan hand sanitizerMenurutnya segala upaya tersebut merupakan mind set hygiene baru untuk antisipasi Covid 19.

"Kerja sama semua karyawan, management dan serikat pekerja sangat dibutuhkan untuk melawan Covid. Walaupun mungkin dengan Covid 19 ini bisa menggeser value atau civilization sebagai mahluk sosial yang dibatasi jarak aman penyebaran Virus covid 19," tutur Edi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan
Editor : Anggara Pernando
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top