Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Corona, BPJT Kaji Relaksasi untuk Kontraktor

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan saat ini pihaknya tengah mempertimbangkan kemungkinan adanya relaksasi untuk kontraktor proyek jalan tol yang terdampak Corona.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  09:26 WIB
Foto udara Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi dua di kawasan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Cisumdawu bisa rampung pada akhir 2020. Jalan tol sepanjang 61,5 kilometer ini merupakan akses baru dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka. Bisnis - Rachman
Foto udara Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi dua di kawasan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Cisumdawu bisa rampung pada akhir 2020. Jalan tol sepanjang 61,5 kilometer ini merupakan akses baru dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka. Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol mengungkapkan belum ada rencana moratorium di proyek jalan tol terkait dampak virus corona atau Covid-19. Namun, kemungkinan akan ada relaksasi kepada kontraktor yang mengerjakan konstruksi proyek jalan tol.

"Sampai saat ini belum ada rencana moratorium, mungkin relaksasi. Untuk perusahaan konstruksi yang bekerja untuk BUJT [Badan Usaha Jalan Tol], mereka mungkin harus renegosiasi kontrak dan renegosiasi pinjaman mereka dengan bank," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit kepada Bisnis, Selasa (24/3/2020).

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Budi Harto mengatakan jika nantinya ada penghentian sementara proyek yang disebabkan Covid-19 maka perlu ada kebijakan atau relaksasi dari pemerintah.

"Setelah moratorium karena keadaan kahar atau darurat maka digunakan ajuan peraturan yang ada, pemilik harus memberi kompensasi kepada kontraktor," jelasnya.

Adapun, AKI telah mengusulkan ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan penghentian sementara proyek di wilayah terdampak Covid-19 dengan pertimbangan dampak yang lebih besar dan kesulitan penanganan jika Covid-19 menyentuh pekerja proyek atau masyarakat level bawah.

Lebih lanjut, dia menyatakan pengurangan jumlah pekerja di lokasi proyek dinilai kurang efektif untuk pencegahan penyebaran Covid-19 semakin meluas. Oleh karena itu, dia menilai moratorium diperlukan di area proyek terdampak Covid-19, terutama Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol bpjt Virus Corona Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top