Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Chevron Bakal Ngebor Lagi di Rokan Sebelum 2021

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah telah menggelar rapat bersama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan pihak Chevron.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  13:14 WIB
Ketua BPK Agung Firman Sampurna (kiri) berbincang dengan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan disela-sela 'Entry Meeting' Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian di Auditoriat Utama Keuangan Negara (AKN) IV di Kantor BPK, Jakarta, Senin (6/1/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat
Ketua BPK Agung Firman Sampurna (kiri) berbincang dengan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan disela-sela 'Entry Meeting' Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian di Auditoriat Utama Keuangan Negara (AKN) IV di Kantor BPK, Jakarta, Senin (6/1/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengklaim PT Chevron Pasific Indonesia bakal melakukan investasi lanjutan di Blok Rokan hingga Agustus 2021.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah telah menggelar rapat bersama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), dan pihak Chevron.

Dari hasil pertemuan tersebut, Luhut mengatakan Chevron berkomitmen untuk melanjutkan proyek di Blok Rokan hingga Agustus 2021.

"Kami sepakat bahwa Chevron akan meneruskan proyek ini [Blok Rokan] sampai mereka selesai di Agustus tahun depan. Jadi, turunnya produksi bisa ditahan jangan sampai tajam sekali. Itu keputusan yang baik," ujarnya Rabu (19/3/2020).

Luhut tidak menjelaskan investasi macam apa saja yang dilakukan Chevron hingga terminasi tahun depan. Saat dikonfirmasi Bisnis, pihak Senior Vice President Policy and Government and Public Affairs PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Wahyu Budiarto tidak merespons.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pada mulanya proses transisi Blok Rokan difokuskan secara business to business (B to B), tapi dalam pelaksanaannya tidak berjalan mulus.

untuk itu, SKK Migas secara intensif terus mencari solusi untuk mempercepat proses transisi Blok Rokan dan menjaga decline rate.

“Nah diskusi-diskusi sekarang ini lah mencari alternatif lain agar transisi nanti bisa berjalan dengan tetap upaya-upaya bagaimana menjaga produksi yang optimal,” katanya di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Dwi menambahkan, pihak PT Pertamina (Persero) dan PT Chevron Pasific Indonesia masih secara intens melakukan pertemuan guna membahas proses transisi tersebut. Namun, negoisasi antara keduanya masih berjalan alot.

Adapun, SKK Migas sempat menawarkan skema kontrak cost recovery kepada CPI untuk pengeboran sumur di Blok Rokan, tapi hingga saat ini, pihak Chevron belum juga memberikan sinyal positif.

“Ya, proposal itu yang kami sedang review, kami lihat nanti. Kan sekarang ini kalau eksisting  PSC itu kan hubungannya antara  KKKS dengan government,” jelasnya.

Sementara itu, Penasihat Ahli SKK Migas, Satya Widya Yudha menjelaskan pada proses peralihan, SKK Migas telah berhasil memfasilitasi agar CPI membuka semua informasi yang dibutuhkan Pertamina, termasuk data-data yang dibutuhkan Pertamina untuk mempercepat produksi pasca kontrak WK Rokan berakhir pada Agustus 2021.

"Setiap minggu tim kedua belah pihak duduk bersama dan mendiskusikan berbagai isu, mulai dari eksplorasi, eksploitasi, drilling dan sebagainya. Dalam proses ini CPI sangat koperatif,” katnaya.

Menurutnya, sikap CPI tersebut harus dihargai karena terbuka dan mengakomodasi keinginan Pertamina, termasuk membuka data 78 kandidat sumur yang bisa dibor BUMN tersebut saat alih kelola.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chevron skk migas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top