Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Lockdown, Ini Alternatif Cegah Corona dari Sektor Logistik

Interaksi para pembeli di toko ritel tentu berpotensi meningkatan penyebaran wabah, sehingga harus terbangun sistem logistik yang meminimalkan kedatangan pembeli secara langsung.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  21:27 WIB
Sejumlah truk mengantre muatan peti kemas di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). ANTARA FOTO - Didik Suhartono
Sejumlah truk mengantre muatan peti kemas di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). ANTARA FOTO - Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - Pembatasan pergerakan manusia dalam proses distribusi barang bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan pada situasi terdampak pandemi corona, pergerakan barang dan pergerakan manusia untuk mendapatkan barang harus dibatasi dengan membangun suatu sistem logistik yang dapat meminimalkan potensi penyebaran wabah.

Dia menuturkan perlu ada beberapa pertimbangan dari sisi logistik dan rantai pasok distribusi. Pergerakan ini dibatasi dalam proses pengiriman barang dari sumber pasokan ke suatu kota.

"Selain itu, pembatasan pergerakan juga dilakukan di dalam kota tersebut, yaitu pergerakan orang dari rumah ke lokasi ritel seperti pasar modern maupun tradisional," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (18/3/2020).

Menurutnya, interaksi para pembeli di toko ritel tentu berpotensi meningkatan penyebaran wabah, sehingga harus terbangun sistem logistik yang meminimalkan kedatangan pembeli secara langsung.

Setijadi menyatakan langkah awal dalam membangun sistem logistik itu dengan memetakan rantai pasok pangan, baik permintaan (kebutuhan pangan) maupun pasokannya. Adapun, pemetaan permintaan mencakup penentuan batas wilayah dan jumlah penduduk masing-masing wilayah, serta penentuan barang/komoditas yang dibutuhkan (jenis dan volume).

Dia menambahkan pemetaan pasokan mencakup identifikasi dan penentuan sumber-sumber pasokan masing-masing jenis barang/komoditas berikut kapasitasnya.

"Dalam pemetaan juga harus diidentifikasi sistem distribusi yang akan digunakan, termasuk penentuan para pelaku usaha yang akan terlibat beserta jumlah, jenis, dan sebaran fasilitas-fasilitas distribusinya," paparnya.

Pihaknya menyampaikan beberapa prinsip yang harus diperhatikan yakni kebijakan pembatasan wilayah harus mengantisipasi jaminan pemenuhan keamanan keperluan sosial, terutama pangan dan kesehatan.

Kemudian, pengurangan interaksi dalam pemesanan, pembayaran, dan pengiriman bahan pangan. Pemesanan dan pembayaran hanya dilakukan melalui aplikasi online. Untuk pembayaran sudah tersedia sejumlah aplikasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Virus Corona
Editor : Rio Sandy Pradana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top