Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian PUPR dan KCIC Bahas Kelanjutan Proyek Kereta Cepat

Kementerian PUPR menggelar pertemuan dengan Komite Keselamatan Konstruksi dan KCIC untuk membahas tindak lanjut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  13:17 WIB
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memastikan tindak lanjut proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung akan diputuskan hari ini, Selasa (10/3/2020).

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR sekaligus Ketua Komite Keselamatan Konstruksi (K3) Trisasongko Widianto mengatakan bahwa pihaknya dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan bertemu dan mengevaluasi kondisi terkini proyek berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan K3 beberapa waktu lalu.

"Hari ini, kita akan rapat, kita akan evaluasi, karena kan sudah kasih waktu dua minggu, jadi batas akhirnya pada Jumat ini [13/3/2020]. Hari ini kita akan rapat dengan Komite [dan KCIC]. Mudah-mudahan hari ini ada keputusan akan lanjutan atau ada rekomendasi lain," kata Trisasongko di Depok, Selasa (19/3/2020).

Dia menilai PT KCIC selaku salah satu penanggungjawab proyek kereta cepat sangat kooperatif dalam menjalankan sejumlah rekomendasi yang diterbitkan K3 dalam masa penghentian sementara proyek tersebut.

Sebelumnya, Direktur Utama KCIC Chandra Dwiputra mengaku telah melakukan penertiban kepada kontraktor dalam penggunaan bukaan maupun akses kerja di sejumlah ruas di jalan tol Jakarta-Cikampek sebagai tindak lanjut rekomendasi K3.

"Kami memastikan setiap bukaan jalan tol dilengkapi dengan rambu-rambu seperti, hose lamp, rotary lamp, safety fence, flagman, tire wash area, dan traffic control zone," kata Chandra dalam siaran pers, Rabu (4/3/2020).

Pihak KCIC juga melakukan pemompaan air pada saluran drainase, pembersihan saluran drainase dan penumpukan material khususnya pada lokasi yang sempat tergenang air, dan membuat temporary drainase untuk mencegah terjadinya genangan air di jalan tol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur Kementerian PUPR proyek kereta cepat jakarta-bandung
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top