Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ciputra Development Atur Waktu Peluncuran Proyek High Rise

Tulus menyebut kontribusi pendapatan dari proyek high-rise mencapai 10 persen sampai dengan 20 persen terhadap total pendapatan kelompok usaha.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 09 Maret 2020  |  19:45 WIB
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Ciputra Development Tbk., bakal mengatur waktu peluncuran dan proses produksi pada produk gedung bertingkat dengan kontrak berjangka.

Direktur Ciputra Development Tulus Santoso mengatakan ini sebagai upaya memitigasi risiko dari implementasi aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72 mengenai Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan.

"[Upaya ini] dengan tetap memperhatikan kondisi pasar," ujar Tulus, Senin (9/3/2020).

Dia menambahkan aturan yang diberlakukan sejak awal tahun ini tersebut mengharuskan suatu proyek dapat dibukukan menjadi pendapatan apabila telah dilakukan serah terima. Sebelumnya, aturan ini dinilai memberatkan bagi pengembang yang mengembangkan proyek gedung bertingkat (high rise) karena memakan waktu cukup lama dalam pembangunan sehingga berdampak pada pengakuan pendapatan.

Dengan strategi tersebut, imbuh dia, akan terdapat kesinambungan pengakuan pendapatan dalam setiap tahunnya. Apalagi, entitas anak CTRA saat ini memiliki kontrak pendapatan yang berjangka waktu lebih dari satu tahun alias kontrak berjangka yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Dia juga mengatakan kontribusi pendapatan dari proyek high-rise mencapai 10 persen sampai dengan 20 persen terhadap total pendapatan kelompok usaha. Adapun, aturan baru ketentuan standar akuntansi ini sebetulnya tidak menyebabkan perusahaan membukukan rugi usaha dan atau rugi bersih.

Hanya saja, Tulus mengakui aturan tersebut lebih berdampak pada penurunan pengakuan pendapatan dari kontrak pendapatan yang berjangka waktu lebih dari satu tahun. Dengan adanya PSAK 72, maka terdapat proyek tertentu yang belum akan membukukan pendapatan pada tahun ini karena tengah dalam proses.

"Namun terdapat juga proyek tertentu yang akan membukukan pendapatan di tahun 2020 seiring dengan telah selesainya unit bangunan yang akan diserahterimakan ke konsumen pada 2020," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra development
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top