Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Properti Prediksi Efek Corona Cuma Sementara

Pengembang properti Triniti Land Optimistis dampak dari virus corona terhadap sektor properti hanya bersifat sementara.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 05 Maret 2020  |  18:37 WIB
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Dokter patologi klinik memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (6/2/2020). - ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perintis Triniti Properti Tbk., optimistis bahwa sentimen wabah virus corona baru atau Covid-19 tak akan terlalu berdampak besar pada sektor properti secara keseluruhan.

Presiden Direktur PT Perintis Triniti Properti Tbk. (Triniti Land) Ishak Chandra menyatakan bahwa wabah virus corona yang telah masuk ke Indonesia hanya akan berimbas pada sektor properti ritel, mal dan hotel. Namun, untuk sektor lain masih terkendali.

"Yang saya lihat, isu corona ini mulai berefek besar pada Februari. Namun, saya kira tak akan lama efek dari corona ini [ke sektor properti]," kata dia, Kamis (5/3/2020).

Dia menyatakan bahwa isu corona yang telah ramai sejak akhir tahun lalu secara global memang turut berimbas pada sejumlah industri Tanah Air termasuk sektor properti.

Menurutnya, yang paling terimbas oleh wabah corona adalah tingkat kunjungan mal dan perhotelan, mengingat masyarakat akan cenderung menghindari pusat keramaian. Terlebih, bagi hotel yang berada di titik pariwisata.

"Pengembang yang punya properti hotel yang dekat lokasi wisata akan kena efek seperti Bali, Batam, Yogyakarta, dan Lombok, pasti dampaknya lebih besar," ujarnya.

Di sisi lain, dia tak memungkiri bahwa sebagian pengembang juga dihadapi oleh adanya pasokan bahan baku proyek yang sebagian berasal dari China.

Sebelumnya, Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) memprediksi tingkat penjualan properti ritel akan menurun menyusul adanya sentimen wabah covid-19 yang masuk ke Indonesia.

Apalagi, secara umum sektor properti juga sebelumnya masih mengalami kelesuan sejak beberapa tahun belakangan ini.

Lukas Bong, Ketua Umum Arebi mengakui bahwa penurunan penjualan di subsektor properti ritel memang terjadi.

"Sejak lama industri properti ritel terkena imbas toko online. Sekarang terkena lagi oleh isu virus corona, hal ini juga menyebabkan orang segan berkunjung ke mal atau menghindari pusat keramaian," ujar Lukas.

Lukas mengatakan bahwa penurunan penjualan tersebut telah terlihat sejak wabah virus corona ini muncul di Indonesia. Adanya sentimen virus corona, imbuhnya, berpotensi menahan minat pembelian properti ritel.

"Untuk ruko belum terlalu efek. Sementara kios dan toko ritel terpengaruh [akibat sentimen virus corona ini]," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti pengembang properti Virus Corona triniti land
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top