Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bantah Luhut, Arifin Tasrif Sebut Target 1 Juta Barel Tetap 2030

Dengan demikian rencana percepatan menjadi 2025 urung dilakukan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 04 Maret 2020  |  18:46 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan kuliah umum mengangkat tema Kebijakan dan Program Strategis ESDM di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Rachman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan kuliah umum mengangkat tema Kebijakan dan Program Strategis ESDM di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Rachman

 Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menetapkan target produksi siap jual (lifting) minyak 1 juta barel per hari dalam 10 tahun ke depan. Dengan demikian rencana percepatan menjadi 2025 urung dilakukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif usai bertemu Presiden Joko Widodo membahas hal tersebut.

“Tidak begitu mudah [kalau dipercepat], karena ada sarana-sarana yang harus dibangun, infrastruktur yang disiapkan,” kata Arifin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Menurut Arifin satu kendala utama adalah waktu eksplorasi yang dibutuhkan cukup panjang. Kegiatan ini menjadi satu hal yang esensial untuk meningkatkan produksi minyak siap jual. 

Dia menjabarkan saat ini kementerian mencatat 10 daerah eksplorasi yang telah memiliki investor. “Dan ini akan kita percepat,” katanya. 

Pun dia menambahkan Indonesia memiliki lebih dari 100 cekungan. Sejauh ini hanya separuhnya yang telah dimanfaatkan. Dengan demikian potensi minyak di Indonesia masih terbilang besar.

Sementara itu Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan bahwa target lifting minyak telah dibahas bersama dengan kementerian, SKK Migas, dan Presiden Joko Widodo. Semua sepakat untuk meningkatkan produksi setiap tahun hingga mencapai 1 juta barel per hari pada 2030. 

Adapun seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan percepatan realisasi lifting minyak 1 juta barel per hari, dari 2030 menjadi 2025.

“Kami berharap 2025 atau lebih cepat dari itu. Kita bisa satu juta barel 5 tahun lah dari sekarang,” ujarnya, Jumat (28/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lifting minyak Luhut Pandjaitan arifin tasrif
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top