Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Segini Nilai Renovasi Rumah Khusus Pascakerusuhan Wamena

Untuk renovasi rumah khusus, pemerintah menganggarkan Rp16 juta per meter perseginya, dengan tipe bangunan 36 meter. Sedangkan untuk pasar, menelan biaya hingga lebih dari Rp5 miliar.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  18:24 WIB
Bentuk Rumah Khusus Wamena yang dibangun pemerintah, Senin (2/3/2020). Bisnis - Mutiara Nabila
Bentuk Rumah Khusus Wamena yang dibangun pemerintah, Senin (2/3/2020). Bisnis - Mutiara Nabila

Bisnis.com, WAMENA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengupayakan penyelesaian pemulihan kota Wamena pascakerusuhan pertengahan tahun lalu. Beberapa upaya di antaranya perbaikan pasar, pengadaan rumah toko dan rumah khusus.

Kepala Pusat Pengembangan Sarana dan Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar (PSPPOP) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, mengatakan bahwa saat ini pembiayaan pembangunan fasilitas tersebut sedang dalam proses pengalokasian.

"Karena anggarannya tergantung lokasi, tapi semua sesuai dengan RAB [Rencana Anggaran Biaya]. Namun, anggarannya masih dialokasikan, sudah ada analisis. Nantinya akan sangat tergantung pada penyelesaian masing-masing lokasi," kata Iwan saat ditemui di Wamena, Selasa (3/3/2020).

Adapun, untuk pembangunan rumah khusus, Iwan menyebut, tiap unit menelan biaya sekitar Rp16 juta per meter persegi. Sedangkan unit yang disediakan berukuran tipe 36 di atas lahan yang luasannya berbeda-beda.

Sementara itu, rencananya Kementerian PUPR bersama ZENI-TNI AD akan membangun 193 unit rumah. Hingga saat ini sudah terbangun 20 unit dan sudah mulai dihuni.

Selain itu, total rumah toko yang akan dibangun sebanyak 403 unit, di mana sebanyak 120 unit sudah selesai dikerjakan. "Ini sudah dalam proses pembayaran di APBN," ungkapnya.

Penanganan kerusakan, ungkap Iwan, menggunakan aturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 13 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat.

"Jadi kerja dulu, baru diopnam, baru bayar. Untuk keadaan darurat. Karena ini kita butuh cepat," ujarnya.

Untuk pasar, berdasarkan data Kementerian PUPR, Pasar Wouma menelan total biaya sekitar Rp5,76 miliar. Sedangkan untuk ruko dan rumah masih dalam proses analisis biaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wamena Kementerian PUPR
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top