Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vape JUUL Berencana Tunda Penjualan Produknya di Indonesia

Produsen vape JUUL Labs berencana menangguhkan penjualan produknya di Indonesia.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  01:32 WIB
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape) di Jakarta, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape) di Jakarta, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen vape JUUL Labs merilis rencana untuk menangguhkan penjualan produknya di Indonesia.

Hal itu dilakukan karena perusahaan akan meninjau ulang operasional, strategi, dan organisasi guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk mereka.

Head of Communications JUUL Labs Indonesia Reza Amirul Juniarsah mengkonfirmasi hal tersebut. Menurutnya, JUUL Labs dan PT JUL tidak akan menerima pesanan baru selama evaluasi operasional berlangsung.

"Kami ingin memerangi penggunaan di bawah umur selama terus menyediakan alternatif bagi perokok dewasa. Hal ini penting demi keberlanjutan usaha kami karena itu JUUL Labs dan PT JUL menangguhkan dulu semua pesanan baru," katanya kepada Bisnis, Rabu (26/2/2020).

Reza menambahkan tidak ada jangka waktu yang spesifik untuk kegiatan evaluasi ini. Perusahaan hanya ingin proses dilakukan secara cermat demi memastikan semua aspek operasional sesuai dengan standar JUUL Labs.

Prinsipnya, Reza memastikan, perusahaan tengah mengambil keputusan yang akan berorientasi untuk jangka panjang.

Sementara itu, dikutip dari siaran pers JUUL Labs, President APAC South JUUL Labs Ken Bishop mengatakan pihaknya berencana mendengarkan dan bekerja secara kooperatif bersama pemerintah, pejabat kesehatan publik, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun usaha berjangka panjang dan mewujudkan kesempatan bersejarah untuk mengalihkan perokok dewasa ke produk-produk alternatif.

"Misi dari JUUL Labs tidak hanya menyediakan alternatif kepada sekitar 67 juta perokok dewasa di Indonesia, namun juga penting bagi kami agar perokok di bawah umur tidak mendapatkan akses ke produk-produk kami,” katanya.

PT JUL dan JUUL Labs telah memutuskan untuk menangguhkan penjualan kepada mitra ritel fisik dan online hingga perusahaan menyelesaikan evaluasi secara menyeluruh terkait kerja sama dengan mitra ritel guna meningkatkan dan menegakkan pembatasan usia.

Hal ini merupakan langkah yang dianggap penting untuk dapat membangun fondasi yang kokoh bagi keberlanjutan usaha perseroan di Indonesia.

JUUL Labs akan meninjau cara terbaik untuk menata ulang operasional di setiap negara. Di Indonesia, JUUL Labs yang bermitra untuk distribusi dengan PT Jagad Utama Lestari (JUL), anak usaha Erajaya group pun resmi memutuskan hal serupa kepada toko ritel fisik dan online di Indonesia.

Direktur PT JUL Sim Chee Ping memastikan perusahaan memiliki komitmen yang sama dengan JUUL Labs untuk membantu perokok dewasa beralih dari rokok serta memerangi penggunaan di bawah umur.

Hal itu yang menjadi alasan perseroan bekerja sama dengan JUUL Labs untuk memastikan semua mitra ritel mendapatkan informasi yang tepat serta mematuhi peraturan ritel dan ketentuan pencegahan penggunaan di bawah umur yang ketat.

"Kami memegang teguh komitmen untuk menyediakan alternatif bagi perokok dewasa di Indonesia, yang diketahui memiliki tingkat perokok per kapita salah satu tertinggi di dunia," ujarnya.

Sebelumnya santer diberitakan perusahaan vape asal Amerika Serikat ini tengah didera utang lebih dari US$700 juta untuk pendanaan operasional. Vape merk JUUL beredar di Indonesia mulai pertengahan tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Vape
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top