Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Andalkan MICE Untuk Pariwisata, Kemampuan Pemerintah Tarik Event Diuji

untuk meningkatkan pariwisata, maka stimulus belanja pemerintah dalam bentuk dukungan MICE lebih diperlukan.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  20:09 WIB
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara (kanan) dan Peneliti Indonesia for Global Justice (IGJ) Hafidz Arfandi memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Di Bawah Bayangan Perang Dagang & Ancaman Defisit Berkepanjangan, di Jakarta, Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara (kanan) dan Peneliti Indonesia for Global Justice (IGJ) Hafidz Arfandi memberikan paparan dalam diskusi bertajuk Di Bawah Bayangan Perang Dagang & Ancaman Defisit Berkepanjangan, di Jakarta, Selasa (18/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA —  Industri MICE diharapkan bisa mendongkrak pariwisata Indonesia yang mengalami kelesuan akibat virus COVID-19.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan untuk menggalakkan MICE kuncinya ada di kemampuan pemerintah untuk menarik event-event besar internasional rutin ke Indonesia. Mulai dari G20, event expo internasional, fashion festival, acara-acara olahraga.

“Ini levelnya sudah harus lobi pemerintah artinya pemerintah meyakinkan penyelenggara internasional untuk memindahkan event ke Indonesia,” kata Bhima, Rabu (19/2/2020).

Kedua, imbuhnya, pemerintah juga perlu melakukan pembenahan lokasi dan hotel tempat diselenggarakannya MICE. Apalagi, untuk acara-acara internasional standarnya harus tinggi, dari mulai fasilitas hingga masalah keamanan.

Menurutnya, beberapa hotel selama ini bahkan belum menyesuaikan dengan standar internasional, sehingga perlu ada insentif dari pemerintah.

“Selama ini hanya Bali dan Jakarta yang layak kriteria MICE internasional. Padahal potensi di daerah lain cukup banyak. Kemudian cara lain adalah memindahkan sebagian rapat-rapat kementerian atau acara di pusat ke destinasi wisman Bali, Lombok misalnya,” ungkapnya.

Menurutnya, strategi tersebut juga bisa jadi solusi, dalam kondisi sektor pariwisata melambat, stimulus belanja pemerintah dalam bentuk dukungan MICE lebih diperlukan. Dia menambahkan, kondisi penerimaan pajak cukup berat, tetapi lebih baik defisit melebar sedikit untuk dorong pariwisata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata
Editor : Novita Sari Simamora
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top