Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Benih Petani, Sang Hyang Seri Gandeng Inkopad

Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas benih padi yang akan disalurkan melalui Kementrian Pertanian, PT Sang Hyang Seri (Persero) menggandeng Induk Koperasi Kartika TNI Angkatan Darat (Inkopad).
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 15 Februari 2020  |  21:18 WIB
Petani mengusir hama burung pipit atau emprit secara manual dengan plastik di areal sawah daerah Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020). -  ANTARA / Fakhri Hermansyah
Petani mengusir hama burung pipit atau emprit secara manual dengan plastik di areal sawah daerah Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020). - ANTARA / Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sang Hyang Seri (Persero) menggandeng Induk Koperasi Kartika TNI Angkatan Darat (Inkopad) dalam program Permodalan dan Pengamanan Benih Padi Petani Binaan. Kerja sama tersebut bertujuan membantu program kedaulatan pangan nasional.

Rahmat Hidayat, Direktur Operasional PT Sang Hyang Seri (SHS) mengatakan program permodalan dan pengamanan benih padi petani binaan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas benih padi yang akan disalurkan melalui Kementrian Pertanian (Kementan).

“Untuk menyukseskan program tersebut, SHS bekerja sama dengan Inkopad terutama dalam hal pemberian modal dan aktivitas pengamanan guna memastikan calon benih yang dihasilkan oleh para Petani Binaan memiliki kualitas yang baik dan dapat terserap,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (15/2/2020).

Rahmat menjelaskan untuk jenis varietas benih yang ditanam akan disesuaikan dengan kebutuhan di daerah. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian`untuk mendata varietas apa saja yang sesuai dengan kebutuhan di masing-masing daerah.

“Agar hasil maksimal dan memenuhi kebutuhan petani, maka varietas yang kami tanam adalah yang cocok dengan kebutuhan dan kondisi daerah,” jelasnya.

Rahmat berharap kerja sama ini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas mutu gabah kering panen atau GKP calon benih. Diharapkan, daya tumbuh yang saat ini sebesar 80% dapat meningkat menjadi 90%, sehingga SHS dapat memiliki benih premium.

Mayor Simpayung, Bagian Hukum Inkopad mengatakan, kerja sama dengan SHS bertujuan untuk memperkuat sisi finansial SHS sehingga dapat mendongkrak pembelian gabah petani.

“SHS memiliki tugas penting dalam bidang pangan, maka perlu dukungan agar dapat membeli gabah petani dan menyalurkannya ke Kementan,” ungkapnya.

Guna memastikan kesiapan petani, SHS bersama Inkopad telah menggelar sosialisasi program Permodalan dan Pengamanan Benih kepada para petani binaan, di Wisma SHS Sukamandi, Subang baru-baru ini.

Pada kesempatan tersebut hadir Direksi SHS, Pengurus Inkopad, dan puluhan Petani Binaan tersebut diilakukan pemaparan dan diskusi membahas situasi dan kondisi pertanian di area sawah SHS seluas 3.160 ha yang akan dikerjasamakan.

Aktivis Petani Santoso Hamzah di sela-sela kegiatan sosialisasi mengatakan petani menyambut baik kerja sama antara SHS dengan Inkopad. Dia berpesan dalam pelaksanaannya pihak perusahaan memperhatikan adanya kepastian pembayaran GKP pasca panen dan adanya selisih harga terkait harga GKP calon benih dengan benih konsumsi.

“Dua hal tersebut yang harus menjadi dasar pelaksanaan kerja sama. Terkait perawatan padi, petani telah siap dengan cara dan metode yang akan diterapkan,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan kementerian pertanian padi petani kedaulatan pangan
Editor : Gajah Kusumo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top