Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waskita Toll Road Genjot Pelayanan di Rest Area

Rest area merupakan salah satu parameter dalam standar pelayanan minimal (SPM) yang harus dipenuhi badan usaha jalan tol.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  18:58 WIB
Dirut Waskita Toll Road Herwidiakto (kedua kiri) berbincang dengan Capital Market Services Head Bank Mega Sarmiati Moch Djoeri (kedua kanan), disaksikan Dirut Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba (kiri) dan Dirut Waskita Transjawa Toll Road Sapto Santoso (kanan) seusai menandatangani perjanjian pembiayaan jalan tol melalui skema RDPT Ekuitas pada Waskita Transjawa Toll Road, di Jakarta, Selasa (10/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Dirut Waskita Toll Road Herwidiakto (kedua kiri) berbincang dengan Capital Market Services Head Bank Mega Sarmiati Moch Djoeri (kedua kanan), disaksikan Dirut Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba (kiri) dan Dirut Waskita Transjawa Toll Road Sapto Santoso (kanan) seusai menandatangani perjanjian pembiayaan jalan tol melalui skema RDPT Ekuitas pada Waskita Transjawa Toll Road, di Jakarta, Selasa (10/4/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Waskita Toll Road (WTR) berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tempat istirahat dan pelayanan (TIP) pada jalan tol yang dikelola perseroan.

Corporate Secretary WTR Alex Siwu mengatakan badan usaha jalan tol terikat pada kewajiban untuk memenuhi standar pelayanan minimal. Salah satu aspek pemenuhan SPM adalah TIP atau rest area. Pemenuhan terhadap SPM menjadi salah syarat bagi BUJT mengajukan penyesuaian setiap dua tahun sekali.

Alex menuturkan, sebagian besar TIP pada jalan tol yang dimiliki oleh WTR dikelola oleh pihak ketiga. Dia berharap, setiap TIP bisa memberikan pelayanan yang baik kepada pengguna jalan tol sesuai dengan standar pelayanan yang sudah ditetapkan regulator.

"Ke depannya kami akan terus meningkatkan kualitas rest area sehingga pelayanannya dapat lebih optimal," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (13/2/2020).

Untuk diketahui, ada 12 TIP di seluruh jalan tol WTR di koridor Trans Jawa. Jumlah tersebut terdiri dari TIP tipe A dan tipe B, baik yang sudah beroperasi secara penuh maupun beroperai secara terbatas atau fungsional.

WTR juga sudah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPKT) dan Korlantor Polri terkait kesiapan TIP dalam menghadapi masa angkutan lebaran pada Mei 2020 mendatang.

Dalam catatan Bisnis.com, salah satu ruas milik WTR yang siap menyediakan TIP adalah ruas Pemalang-Batang. Direktur Utama  PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR) Supriyono mengatakan perseroan tengah membangun dua TIP, masing-masing berlokasi di KM 340 arah Semarang dan KM 319 arah Jakarta.

Dia menambahkan, konstruksi TIP di KM 340 sudah dimulai sedangkan di KM 319 masih dalam proses pembebasan lahan. "Target operasional Desember 2020, tetapi kami usahakan bisa fungsional saat Lebaran nanti," ujar Supriyono.

Untuk membangun dua TIP tersebut PBTR menggandeng dua investor. Walhasil, operator jalan tol sepanjang 39,2 kilometer itu tidak merogoh kocek untuk investasi pembangunan TIP. Menurut Supriyono, investasi pembangunan TIP berkisar Rp150 miliar s.d Rp200 miliar tiap unitnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top