Proyek IKN: Investor Asing Diminta Gandeng BUMN dan Swasta Lokal

Kerja sama antara investor asing dengan BUMN atau perusahaan swasta lokal untuk proyek IKN dapat dilakukan melalui berbagai skema kerja sama.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  19:26 WIB
Proyek IKN: Investor Asing Diminta Gandeng BUMN dan Swasta Lokal
Presiden Joko Widodo berjalan seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mendorong BUMN dan perusahaan lokal untuk bekerja sama dengan investor asing yang berminat dalam pembangunan proyek infrastruktur di ibu kota yang baru.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan bahwa proyek pembangunan IKN tidak akan dikuasai asing. Dia juga mendorong agar investor asing yang mau berpartisipasi dan berinvetasi pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur untuk bekerjasama dengan perusahaan swasta lokal atau BUMN.  

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan untuk kebutuhan terkait pemerintahan memang didorong pengerjaannya oleh pihak Indonesia sendiri.

"Untuk gedung-gedung terutama seperti istana, kemudian kebutuhan-kebutuhan kita yang sangat ketat, itu tentu diadakan sendiri oleh kita," ujar Suharso, Selasa (11/2/2020).

Adapun, dalam upaya mendorong kerja sama antara investor asing dengan BUMN dan perusahaan swasta lokal, Suharso mengungkapkan dapat dilakukan melalui berbagai skema kerja sama.

"Skemanya macam-macam, ada skema kerja sama biasa, ada skema KPBU [kerja sama antara pemerintah dan badan usaha], direct investment, portofolio, skema menggunakan dana-dana sovereign wealth fund,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Suharso mengakui bahwa hingga saat ini sudah banyak investor asing dari berbagai negara yang berminat untuk berpartisipasi pada proyek IKN.

Namun, hingga saat ini pemerintah masih mengkaji berbagai kemungkinan dan alternatif skema kerja samanya. 

Adapun, beberapa negara yang telah menunjukkan minat untuk berinvestasi antara lain adalah Amerika Serikat, Inggris, Jerman, China, Singapura, Italia, Denmark, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lainnya. 

"Banyak sekali, tetapi kan kita harus lihat skema-skema yang mereka tawarkan, baik untuk kepentigan mereka sendiri dan juga untuk kepentingan kita. Jadi jangan sampai kita menawarkan sesuatu yang tidak layak buat mereka sehingga mereka kecewa, kita juga kecewa," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, bappenas, Pemindahan Ibu Kota

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top