Ralali dan IPB Kolaborasi Berdayakan Petani Jabar

Ralali.com platform Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) memberdayakan petani di Provinsi Jawa Barat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  11:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Ralali.com platform Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) memberdayakan petani di Provinsi Jawa Barat.

Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas petani di Jawa Barat dalam memperluas area pemasaran produk pertanian, mendapatkan kebutuhan produksi seperti benih, pupuk, hesbisida dan pestisida, serta mendapatkan akses pendanaan sehingga mereka bisa memperoleh penghasilan maksimal dan mengembangkan wirausaha di bidang pertanian. 

Garut merupakan pilot project dari kolaborasi Ralali.com dengan IPB, yang kemudian akan dijalankan di 15 desa dan 6 kabupaten lainnya di Jawa Barat yaitu Bogor, Sukabumi, Cianjur, Subang, dan Bandung.

“Ralali.com menyadari pentingnya sinergi dalam mengembangkan potensi yang dimiliki petani di Jawa Barat. Oleh karena itu, kami menggandeng IPB untuk bersama-sama meningkatkan perekonomian petani di Jawa Barat,” kata Chief Executive Officer Ralali.com, Joseph Aditya dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis.com. 

Melalui sinergi tersebut, Ralali.com menyediakan platform yang menghubungkan petani, UMKM dan masyarakat dengan pembeli. Sementara IPB memiliki peran memberdayakan petani, UMKM dan masyarakat di Jawa Barat. 

“Dalam memasarkan produk pertanian, petani di Indonesia masih mengandalkan pasar konvensional dan bergantung kepada tengkulak sehingga mereka tidak bisa menjual hasil pertanian dengan harga optimal,” papar Joseph Aditya. 

Guna merangkul petani, UMKM dan masyarakat, Ralali.com menganut konsep O2O (offline-to-online) dengan cara memperkenalkan platform secara langsung kepada petani, UMKM dan masyarakat di berbagai daerah sehingga mereka mengetahui solusi yang ditawarkan Ralali.com.
Sedangkan pencarian produk dan pemberian akses pendanaan tetap dilakukan secara daring. 

Akses pendanaan diberikan melalui fitur financial technology (fintech) dalam ekosistem digital yang dimilikinya. Fintech Ralali.com menawarkan jasa kredit bernama Ralali Credit yang memberikan kemudahan bagi petani dan UMKM dalam mendapatkan akses permodalan usaha. 
Ralali Credit membuat petani dan pelaku UMKM tidak perlu pergi ke kantor Ralali.com saat mengajukan kredit sehingga pekerjaan mereka tidak terganggu. Selain itu, mereka juga bisa mendapatkan manfaat berupa kepraktisan prosedur dan cepatnya pencairan dana usaha. Ralali Credit menyediakan fasilitas pembiayaan mulai dari Rp2,5 juta dengan bunga mulai dari 1,5%. 

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM RI pada 2017 menunjukkan bahwa UMKM memiliki pangsa sekitar 99,99% (62.9 juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia, sementara usaha besar hanya sebanyak 0,01% atau sekitar 5400 unit. 

Secara gabungan, skala kegiatan ekonomi UMKM memberikan kontribusi sekitar 60% terhadap total Pendapatan Domestik Bruto Indonesia di mana pada 2017 lalu PDB Indonesia sekitar Rp 13.600 trilyun dimana UMKM berkontribusi sekitar Rp 8.160 trilyun sedangkan Usaha Besar sekitar Rp 5.400 trilyun.

Dari sisi pertumbuhan jumlah UMKM, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM RI, UMKM secara keseluruhan secara konsisten mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang baik seiring berganti tahun. Jika pada tahun 2010, total jumlah unit UMKM sebanyak 52.769.426, sementara menurut data pada tahun 2017, jumlah tersebut sudah mencapai angka 63 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ukm

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top