Terdampak Virus Corona, Kargo dari China di Bandara Soekarno Hatta Anjlok

Jumlah kargo dari China di Bandara Soekarno Hatta turun drastis menyusul wabah virus Corona. Namun, aktivitas kargo di bandara tersebut tidak terpengaruh luas karena kontribusi kargo dari China masih kecil.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  18:20 WIB
Terdampak Virus Corona, Kargo dari China di Bandara Soekarno Hatta Anjlok
Karyawan menggunakan masker saat beraktivitas di Terminal 3 Keberangkatan Internasional, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (27/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) melansir jumlah kargo yang mampir di Bandara Soekarno Hatta mengalami penurunan drastis sejak wabah virus corona merebak.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan secara keseluruhan, jumlah kargo pada Januari 2020 tumbuh 37 persen secara tahunan. Secara khusus, kargo dari China yang mencapai kisaran 6.000 ton per bulan juga tumbuh 18 persen.

"[Kargo dari China] Februari sudah langsung drop, mungkin  turunnya sampai 36 persen, sepertiga lebih," jelasnya di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Pada 2019, total kedatangan kargo udara di Bandara Soekarno Hatta mencapai 800.000 ton. Dari jumlah tersebut, kargo dari China mencapai 6.000 ton atau per bulan atau 72.000 per tahun. Dengan demikian, kontribusi kargo dari China pada 2019 diestimasi 9,6 persen.

Menurut Awaluddin, muatan kargo yang datang dari China sebagian besar berupa barang yang dipesan melalui e-commerce.  Adapun, barang impor lain seperti sayur dan buah-buahan datang dalam jumlah sangat kecil.

Kendati kargo dari China menyusut, aktivitas kargo di Bandar Soekarno Hatta tidak terpengaruh. Pasalnya,  aktivitas bongkar muat kargo lebih banyak didominasi pengiriman domestik. Awaluddin menyebut, kargo internasional, khususnya dari China belum terlalu besar sehingga tidak menggangu operasi maupun pendapatan dari segmen kargo.

Di segmen penumpang, penerbangan penumpang juga tidak terpengaruh banyak dair kebijakan penutupan penerbangan dari dan ke China. Awaluddin mengatakan, dari total 200.000 penumpang per hari di Bandar Soekarno Hatta, jumlah penumpang dari China hanya mencapai kisaran 5.000 s.d 5.500 orang per hari.

Dia menambahkan sejak Rabu (5/2/2020), Angkasa Pura II telah menutup semua penerbangan dari dan ke China. Penerbangan yang masih dibuka harus menempuh sejumlah penyesuaian, antara lain ground time yang lebih singkat.

"Kargo masih dibolehkan dengan syarat, aircrew tidak turun ke land side, bahwa dia tetap di dalam pesawat, ground time-nya juga dipersingkat diperpendek jadi sekitar 2 jam," imbuh Awaluddin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top